Prakiraan Harga Emas: XAU/USD Tergelincir Menuju $1.700 di Dalam Saluran Bullish, Inflasi AS Diawasi
- Harga emas mundur dari puncak dua minggu, menghentikan tren naik dua hari.
- Pasar Tiongkok yang kembali aktif dan sentimen yang berhati-hati menjelang IHK AS mendukung pullback XAU/USD.
- Ekspektasi inflasi AS dan optimisme hati-hati seputar transisi ekonomi yang luas mendukung bias bullish.
- Imbal hasil turun dari level tertinggi beberapa hari, kontrak berjangka ekuitas/saham tetap sedikit dalam tawaran beli.
Harga emas (XAU/USD) mengambil penawaran jual sehingga menyegarkan kembali terendah dalam perdangan harian di sekitar $1.721, yang menghentikan tren naik dua hari setelah menyentuh kembali level tertinggi dua minggu. Perlu dicatat bahwa pelemahan logam kuning ini selama sesi Asia hari Selasa mengambil petunjuk dari sentimen pasar yang berhati-hati menjelang data inflasi utama AS, serta kekhawatiran yang beragam seputar Tiongkok.
Sejumlah tajuk utama dari Financial Times (FT) menunjukkan pandangan beragam atas rencana chip Presiden AS Joe Biden yang menantang Tiongkok tampaknya membebani para pembeli NZD/USD. Pada baris yang sama, tujuan Presiden Tiongkok Xi Jinping untuk menegaskan kembali pengaruh Beijing selama perjalanan luar negeri pertama setelah karantina yang disebabkan covid mendukung sentimen yang berhati-hati karena hal tersebut dapat meningkatkan ketegangan AS-Tiongkok.
Perlu dicatat bahwa aktifnya kembali pasar Tiongkok setelah akhir pekan yang panjang dan statusnya sebagai salah satu konsumen emas terbesar di dunia menyoroti sentimenyang berhati-hati, serta aksi ambil untung, selama sesi Asia.
Sebaliknya, harapan inflasi yang lebih lemah tampaknya membela para pembeli XAU/USD. Dengan itu, Konsumen AS melihat inflasi pada 5,75% selama 12 bulan ke depan pada bulan Agustus, turun dari sebesar 6,2% pada bulan Juli, serta terendah sejak Oktober 2021, sesuai perincian survei ekspektasi konsumen bulanan The Fed New York yang dirilis pada hari Senin. Data lebih lanjut yang dibagikan oleh Reuters menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi tiga tahun mencatatkan laju paling lambat sejak akhir 2020 dengan rata-rata 2,8% dibandingkan 3,2% yang dilaporkan pada bulan Juli.
Dengan latar belakang ini, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS mundur dari level tertinggi tiga bulan, turun sebanyak dua basis poin (bp) ke 3,34%. Meskipun demikian, Kontrak Berjangka S&P 500 dan saham-saham di zona Asia-Pasifik mencetak kinerja yang beragam pada saat berita ini ditulis.
Ke depan, data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS untuk bulan Agustus, yang diperkirakan akan turun ke -0,1% MoM dibandingkan 0,0% sebelumnya, akan menjadi penting untuk petunjuk baru. Jika data tersebut memperbarui masalah reflasi, penurunan lebih lanjut XAU/USD tidak dapat dikesampingkan.
Analisis Teknis
Harga emas turun kembali di bawah SMA 100 sementara berbalik dari garis resistance saluran tren naik selama satu minggu. Pergerakan pullback bergabung dengan bear cross yang akan terbentuk dari MACD dan RSI mundur akan membuat para penjual tetap optimis.
Namun, garis support berusia satu minggu, di sekitar $1.717, membatasi sisi bawah terdekat XAU/USD, penembusan level ini dapat mengarahkan para penjual menuju garis support saluran yang dinyatakan, di sekitar $1.697 baru-baru ini.
Perlu dicatat bahwa pelemahan harga emas melewati $1.697 tanpa ragu akan menantang level terendah tahunan di sekitar $1.680.
Sementara itu, pergerakan pemulihan pada awalnya akan bergulat dengan level SMA 100 di $1.725 sebelum menantang puncak saluran yang disebutkan di atas, di sekitar $1.733 pada saat berita ini ditulis. Setelah itu, kenaikan menuju level SMA 200 di sekitar $1.750 tidak dapat dikesampingkan.
Secara keseluruhan, harga emas dapat menyaksikan penurunan lebih lanjut tetapi ruang ke arah selatan terbatas.
Emas: Grafik Empat Jam

Tren: Diperkirakan akan terjadi penurunan terbatas