EUR/JPY Bergulat di Sekitar 139,40 karena Krisis Energi Eropa Berkurang, ECB Menjadi Pusat Perhatian
- EUR/JPY menghadapi rintangan di sekitar 139,40 karena sentimen pasar memburuk akibat krisis energi Zona Euro.
- Janji pasokan energi Gazprom tidak akan mampu mengimbangi pasokan yang diharapkan dari Nord Stream.
- Data PDB Jepang diperkirakan akan tetap optimis ke depan.
Pasangan EUR/JPY menghadapi rintangan di sekitar 139,40 karena nada pasar risk-off telah melemahkan mata uang yang sensitif terhadap risiko. Pembelian lanjutan setelah pembukaan gap ke bawah menunjukkan sinyal kelelahan karena para pembeli mata uang bersama merasakan barikade di sekitar terendah Jumat. Aset ini diperkirakan akan menampilkan pergerakan yang kacau balau karena para investor telah mengalihkan fokus mereka pada keputusan suku bunga oleh Bank Sentral Eropa (ECB).
Zona Euro telah memasuki klub elit dengan tingkat inflasi 9%+ setelah AS dan Inggris dan tidak meninggalkan pilihan lain bagi ECB selain mendikte kenaikan suku bunga jumbo. Para Investor harus menyadari fakta bahwa ECB belum menaikkan suku bunga seperti bank sentral lainnya. ECB telah mengumumkan hanya satu kenaikan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp), bank sentral lainnya mendekati kesimpulan dengan cepat.
Pengumuman peningkatan pasokan gas ke Zona Euro membingungkan para pelaku pasar. Setelah pemeliharaan tak terjadwal dari pipa Nord Stream 1 ke Jerman, yang diharapkan selesai pada hari Sabtu, meningkat karena persyaratan untuk pemeliharaan lebih lanjut. Namun, raksasa energi Rusia, Gazprom akan meningkatkan pengiriman gasnya ke Eropa melalui Ukraina, menurut Politico. Perusahaan itu mengatakan akan mengirimkan sekitar 42,7 juta meter kubik gas alam melalui Ukraina ke Eropa. Pengirimannya dari Ukraina menciptakan malapetaka bagi para pelaku pasar.
Sementara itu, data Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang juga akan tetap menjadi acara penting bagi para investor. PDB triwulanan diperkirakan akan meningkat ke 0,7% terhadap rilis sebelumnya sebesar 0,5%. Sementara data tahunan terlihat sangat tinggi pada 2,9% versus 2,2% yang tercatat sebelumnya.