GBP/JPY Berusaha Keras Lacak Imbal Hasil yang Lebih Kuat di Bawah 162,00
- Pemulihan GBP/JPY dari level terendah satu minggu tetap tidak meyakinkan bagi para pembeli.
- Kegelisahan politik dan Brexit Inggris bergabung dengan IMP Inggris yang suram akan menjaga harapan bearish.
- Imbal hasil obligasi pemerintah AS tetap menguat di level tertinggi lima minggu.
- Kalender ekonomi yang sepi membuat fokus pasar pada beberapa katalis risiko, masalah resesi sangat penting.
Para pedagang GBP/JPY mencari konfirmasi karena pasangan lintas mata uang ini mundur ke 161,75 selama sesi Asia hari Rabu. Dengan demikian, harga memudarkan pamulihan hari sebelumnya dari level terendah satu minggu di tengah sesi yang lesu.
Perlu dicatat bahwa kelambanan GBP/JPY dapat dikaitkan dengan pesimisme seputar data Inggris.
Meskipun demikian, pembacaan awal IMP Inggris bulan Agustus menunjukkan pembacaan yang beragam karena pengukur Manufaktur merosot ke 46,00 versus perkiraan 51,1 dan 52,1 sebelumnya sementara IMP Jasa meningkat menjadi 52,5 versus 52,0 yang diharapkan dan skor akhir bulan Juli sebesar 52,6.
Selain itu, hasil survei terbaru dari Konfederasi Industri Inggris (CBI) tentang tren manufaktur Inggris menunjukkan bahwa Saldo Buku Pesanan Manufaktur turun menjadi -7 pada bulan Agustus, pembacaan negatif pertama sejak April 2021, dari +8 pada bulan Juli dan +3 dari ekspektasi pasar.
Perlu dicatat bahwa komentar dari mantan Kanselir Rishi Sunak, yang menyarankan lebih sedikit dorongan untuk Bank of England (BOE) tampaknya telah mengurangi tekanan dari GBP/JPY. "Rishi Sunak telah menyebutkan bahwa Liz Truss akan "membuat takut" para investor internasional jika dia mengancam independensi Bank of England," meurut The Guardian.
Di tengah permainan ini, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS naik ke level tertinggi dalam sebulan, tidak aktif di sekitar 3,05% pada saat berita ini ditulis, sedangkan indeks acuan Wall Street ditutup dengan kenaikan tipis.
Selanjutnya, kalender ekonomi yang sepi membuat beberapa katalis risiko tetap menjadi petunjuk arah utama bagi para pedagang GBP/JPY. Di antaranya, masalah resesi dan sejumlah perbincangan seputar BOE akan menjadi penting untuk petunjuk arah yang jelas.
Analisis Teknis
Kegagalan berulang untuk melewati DMA-50, sekitar 163,15 pada saat berita ini ditulis, mengarahkan para penjual GBP/JPY menuju garis support yang menanjak dari pertengahan Mei, di sekitar 160,45 baru-baru ini.