S&P 500 Futures tetap Tertekan di Tengah Resesi, Kekhawatiran atas The Fed pada Hari Libur Juneteenth

  • Sentimen pasar tetap pesimis karena kekhawatiran terhadap pertumbuhan bergabung dengan taruhan The Fed yang hawkish.
  • Kontrak Berjangka S&P 500 tetap tertekan di sekitar level terendah tahunan, imbal hasil tetap tidak berubah pada hari libur Juneteenth.
  • Powell The Fed dalam fokus, pembaruan atas Covid di Tiongkok, hubungan Tiongkok-Amerika juga penting untuk dorongan baru.

Selera risiko tetap suram karena kekhawatiran perlambatan ekonomi bergabung dengan harapan suku bunga Fed yang lebih tinggi selama sesi Asia yang lesu pada hari Senin. Namun, kalender ekonomi yang sepi dan hari libur Juneteenth di pasar saham dan obligasi AS membatasi aktivitas tersebut.

Dengan itu, Kontrak Berjangka S&P 500 turun sebesar 0,20% dalam intraday menjadi 3.672, membalikkan pullback korektif hari Jumat dari terendah tahunan. Perlu dicatat bahwa imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS tetap statis di dekat 3,23% di tengah hari libur di AS.

The Washington Post (WaPo) mengangkat kekhawatiran akan iklim ekonomi baru yang sulit karena kenaikan suku bunga Federal Reserve (The Fed) AS sebesar 75 basis poin (bp). Berita tersebut menyebutkan bahwa kenaikan suku bunga The Fed meluncurkan ujian berisiko tinggi terhadap kemampuan ekonomi untuk melepaskan ketergantungannya pada kredit tanpa batas dan mentolerir biaya pinjaman yang lebih tinggi untuk konsumen, bisnis, dan pemerintah. Di baris yang sama ada kekhawatiran terhadap pertumbuhan 3,0% Tiongkok pada kuartal kedua (Q2) tahun 2022.

Selanjutnya, kekhawatiran terhadap resesi, serta taruhan The Fed yang hawkish, adalah beberapa katalis utama yang membebani sentimen pasar. Di antara mereka adalah peara pengambil kebijakan bank sentral AS yaitu Presiden The Fed Minneapolis Niel Kashkari yang mendukung kenaikan suku bunga 75 bp lagi pada Juli. Selain itu, Menteri Keuangan Janet Yellen juga menyebutkan ekspektasinya terhadap perlambatan ekonomi tetapi mengesampingkan kekhawatiran atas resesi.

Sebaliknya, People's Bank of China (PBOC) mempertahankan suku bunga kebijakan moneter utamanya, yaitu Suku Bunga Dasar Pinjaman (LPR) 5 tahun dan 1 tahun tidak berubah pada masing-masing di 4,45% dan 3,70% selama pengumuman pada hari Senin. Tidak aktifnya bank sentral Tiongkok ini kontras dengan bias hawkish para pengambil kebijakan Barat tetapi gagal memperbarui optimisme pasar.

Di sisi positifnya juga adalah berita dari Reuters yang mengatakan, "Pemerintahan Presiden Joe Biden sedang meninjau penghapusan beberapa tarif di Tiongkok," serta berita positif terkait Covid dari Beijing dan Shanghai akan mendukung optimisme hati-hati pasar.

Perlu dicatat bahwa sentimen hati-hati menjelang Kesaksian Ketua The Fed Jerome Powell dapat bergabung dengan hari libur AS yang akan membatasi pergerakan intraday.

Pemilu Prancis: Macron Kehilangan Kendali atas Majelis Nasional dalam 'Kejutan Demokrasi'

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengalami kemunduran besar setelah dia kehilangan kendali atas Majelis Nasional dalam pemilihan legislatif pada hari
Leer más Previous

Rehn ECB Menggarisbawahi Komitmen untuk Menahan Kepanikan Pasar Obligasi

Anggota Dewan Pemerintahan Bank Sentral Eropa (ECB) Olli Rehn mengatakan pada akhir pekan bahwa dia ingin memastikan bahwa risiko fragmentasi tidak me
Leer más Next