Imbal hasil, S&P 500 Futures Pertahankan Pemulihan di tengah Kekhawatiran atas The Fed dan Tiongkok

  • Sentimen pasar tetap optimis dengan hati-hati di tengah sesi yang tenang.
  • Kenaikan suku bunga 50 bp oleh Powell,dan data AS yang suram besama-sama dengan harapan pemulihan Covid yang lebih cepat akan mendukung sentimen positif.
  • PBOC mempertahankan tingkat MLF tidak berubah menjelang serangkaian data utama dari Tiongkok.
  • Penjualan Ritel AS dan beberapa katalis risiko dipantau untuk dorongan segar.

Para pedagang global mempertahankan sentimen optimis hari sebelumnya, meskipun gagal untuk meningkatkan bias bullish, di tengah sesi Asia yang tenang pada hari Senin. Sentimen pasar tetap sedikit positif karena pidato The Fed terbaru dan data AS bergabung dengan berita utama positif dari Tiongkok yang menjaga para pembeli tetap optimis. Namun, kekhawatiran geopolitik dari Eropa tetap ada yang akan menguji optimisme.

Sementara yang menggambarkan sentimen, Kontrak Berjangka S&P 500 mencetak kenaikan tipis setelah indeks acuan Wall Street rally pada hari sebelumnya. Selanjutnya, imbal hasil obligasi 10-tahun pemerintah AS juga melanjutkan pergerakan pemulihan hari Jumat, naik 1,5 basis poin (bp) di sekitar 2,95% pada saat berita ini ditulis.

Dengan itu, data suram dari Indeks Sentimen Konsumen Michigan AS untuk bulan Mei, didukung oleh pengulangan kekhawatiran kenaikan suku bunga 50 bp Ketua The Fed Jerome Powell, memicu pemulihan pasar pada hari sebelumnya.

Sentimen positif juga mengambil petunjuk dari ekspektasi inflasi AS yang suram, sesuai dengan tingkat inflasi impas 10 tahun menurut data St. Louis Federal Reserve (FRED). dengan demikian, prekursor inflasi ini turun ke level terendah sejak akhir Februari, sebelum menggambarkan pullback korektif menjadi 2,69%.

Selain itu, harapan atas berkurangnya penyebaran virus di Tiongkok memperluas optimisme di sesi Asia karena pembaruan Covid terbaru dari Reuters menunjukkan angka yang lebih lemah dari Shanghai. Pusat keuangan Tiongkok Shanghai melaporkan 869 kasus baru virus Corona tanpa gejala lokal untuk tanggal 15 Mei, turun dari 1.203 sehari sebelumnya. Kasus simtomatik yang dikonfirmasi turun ke 69, dari 166 pada hari sebelumnya, data yang dirilis pada hari Senin menunjukkan," kata berita itu.

Perlu dicatat bahwa People's Bank of China (PBOC) menahan diri untuk melakukan perubahan suku bunga Medium-Term Lending Facility (MLF), untuk 1 tahun itu sekitar 2,85% baru-baru ini, juga membuat para pedagang tetap optimis.

Sementara itu, kekhawatiran terhadap geopolitik yang memburuk di Ukraina bergabung dengan rencana Uni Eropa (UE) untuk menerapkan lebih banyak sanksi terhadap Rusia akan membebani sentimen. Yang juga menantang sentimen adalah kekhawatiran luas atas inflasi dan pertumbuhan ekonomi lebih lanjut, terutama karena munculnya kembali Covid di Tiongkok dan pertikaian Rusia-Ukraina, belum lagi kebijakan moneter yang lebih ketat.

Mengingat kalender yang sepi pada hari Senin, kecuali untuk data Penjualan Ritel dan Produksi Industri (PI) Tiongkok, para pelaku pasar dapat melanjutkan pergerakan hari Jumat dengan fokus tertuju pada sejumlah katalis kualitatif. Dengan itu, ketergesaan para pedagang untuk petunjuk yang akan mengkonfirmasi tantangan ekonomi global seputar inflasi juga menyoroti data Penjualan Ritel AS pekan ini untuk bulan April sebagai faktor kunci untuk diikuti.

 

Analisis Harga USD/JPY: Pembeli Bergulat dengan Rintangan Kunci Jangka Pendek di Sekitar 129,50

USD/JPY tetap berada di posisi yang menguntungkan di sekitar 129,50, mempertahankan pemulihan hari sebelumnya dari level terendah dua minggu selama se
Baca lagi Previous

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Cina April Keluar Sebesar -11.1%, Di Bawah Harapan (-6%)

Penjualan Ritel (Thn/Thn) Cina April Keluar Sebesar -11.1%, Di Bawah Harapan (-6%)
Baca lagi Next