Pasar Saham Asia: Berhati-hati Menjelang The Fed, Kekhawatiran Pertumbuhan Membebani Sentimen

  • Pasar Asia-Pasifik tetap tertekan sementara investor  bersiap untuk pekan kunci ini.
  • Libur di Tiongkok tak menarik pembeli karena kekhawatiran COVID dan krisis Rusia-Ukraina menantang ekspektasi pertumbuhan.
  • Selandia Baru membuka perbatasan untuk 60 negara lagi, Australia menyaksikan IMP optimis tetapi kontraksi aktivitas di Tiongkok mendukung penjual.
  • Korea Selatan menimbulkan kekhawatiran tentang perubahan suku bunga FX yang cepat.

Pedagang ekuitas tetap tertekan selama sesi perdagangan yang relatif ringan di Asia, dengan pasar Tiongkok libur. Alasannya dapat dikaitkan dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat dan kecemasan menjelang Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) utama pekan ini. Yang juga membebani sentimen pasar adalah berita terbaru dari Beijing dan Rusia.

Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik selain Jepang turun 0,30% sementara Nikkei 225 Jepang mencetak kenaikan ringan di sekitar 26.900.

Selandia Baru membuka perbatasan nasionalnya untuk 60 negara, setelah blok multi-bulan karena COVID, tetapi IMP Tiongkok yang suram akan April menenggelamkan saham di Auckland, turun 1,60% pada saat ini. Pada baris yang sama adalah pasar saham Australia di mana IMP bulanan mencetak angka yang lebih baik untuk bulan April tetapi ASX turun 1,5% pada saat ini.

Ekuitas India juga turun di tengah kasus COVID aktif tertinggi dalam lima pekan sedangkan KOSPI Korea Selatan turun 0,40% di tengah harapan intervensi pasar.

Di sisi yang lebih luas, Dana Moneter Internasional (IMF) juga menyampaikan kekhawatiran ekonomi untuk kawasan Asia-Pasifik, termasuk India, sambil mengatakan, "Pertumbuhan ekonomi di Asia dan Pasifik akan melambat tahun ini menjadi 4,9%, kurang dari laju 6,5% tahun lalu, di tengah perang di Ukraina, pandemi yang bangkit kembali, dan kenaikan suku bunga."

Selain itu yang membebani selera risiko adalah berita dari Ukraina yang menunjukkan agresi Rusia untuk mengakuisisi Mariupol dan langkah Mundur Jerman dari menghalangi larangan minyak terhadap Rusia.

Bergerak, pasar di Jepang dan Tiongkok sebagian besar turun hingga Rabu tetapi IMP Manufaktur ISM AS, laporan Pekerjaan Selandia Baru dan pertemuan RBA akan menghibur investor Asia-Pasifik menjelang pertemuan utama The Fed.

Baca juga: S&P 500 Futures Memucat di Atas 4.100 karena Imbal Hasil Treasury AS tetap lebih kuat Jelang The Fed, NFP

 

Indeks Komoditi SDR RBA (Thn/Thn) Australia April Dicatat Di 39.9%, Di Bawah Harapan 49.7%

Indeks Komoditi SDR RBA (Thn/Thn) Australia April Dicatat Di 39.9%, Di Bawah Harapan 49.7%
Leia mais Previous

EUR/USD Akan Mencapai Tingkat Di Sekitar Paritas Pada Resesi Terkait Energi Di Eropa – Commerzbank

Masih ada pengiriman gas alam Rusia ke Eropa. Tetapi jika kita melihat resesi di seluruh Uni Eropa karena gangguan dalam pasokan energi, EUR/USD dapat
Leia mais Next