USD/IDR: Larangan Ekspor Minyak Sawit Indonesia akan Menempatkan Tekanan Depresiasi Rupiah – Natixis
Langkah menakjubkan dari Indonesia semakin menjungkirbalikkan pasar makanan global yang sudah terguncang oleh invasi Rusia ke Ukraina. Larangan ekspor minyak sawit Indonesia menyentak inflasi pangan global dan bisa menjadi bumerang, para ekonom di laporan Natixis.
Larangan itu kemungkinan akan semakin mendongkrak harga pangan
“Presiden Indonesia Joko Widodo mengumumkan larangan ekspor minyak sawit. Larangan itu mencakup ekspor minyak sawit mentah dan olahan. Pemerintah menerapkan larangan ekspor untuk mengurangi kenaikan harga pangan dan memadamkan kerusuhan lokal, tetapi dampaknya dapat menjungkirbalikkan ekonomi negara itu sambil memaksa harga global lebih tinggi lagi.”
“Dampak dari harga minyak sawit yang lebih tinggi akan bergema di seluruh dunia. Trennya negatif untuk inflasi makanan, dan itu berarti daya beli yang lebih buruk untuk semua orang.”
“Bagi Indonesia, sementara larangan tersebut dapat menekan biaya minyak goreng dalam negeri, hal itu memberikan tekanan depresiasi pada Rupiah karena minyak kelapa sawit adalah produk pendapatan ekspor utamanya. Sementara itu, impor semakin mahal karena depresiasi Rupiah menambah tekanan biaya melalui pergerakan nilai tukar yang lebih lemah. Dengan demikian, larangan ekspor minyak sawitnya bermaksud baik tetapi dapat menjadi bumerang.”