GBP/USD Kesulitan Dekat Terendah Dua Hari, Tepat di Atas Pertengahan 1,31 Pasca IMP Inggris
- Penguatan USD berbasis luas menyeret GBP/USD lebih rendah untuk hari kedua berturut-turut pada hari Kamis.
- Data IMP Inggris yang beragam gagal mengesankan pedagang bullish atau memberikan dorongan apa pun kepada pasangan mata uang ini.
- Fokus pasar tetap terpaku pada perkembangan baru di seputar kisah Rusia-Ukraina.
Pasangan GBP/USD mempertahankan nada penawaran jual sepanjang paruh pertama sesi Eropa dan mengalami reaksi yang agak kelu terhadap data IMP Inggris yang beragam. Pasangan mata uang ini terakhir terlihat diperdagangkan tepat di atas pertengahan 1,31, turun hampir 0,35% hari ini.
Pasangan mata uang ini memperpanjang penurunan tajam hari sebelumnya dari sekitar 1,3300, atau tertinggi lebih dari dua minggu dan mengalami beberapa tindak lanjut aksi jual untuk hari kedua berturut-turut pada hari Kamis. Penurunan itu secara eksklusif disponsori oleh dolar AS yang lebih kuat, yang terus menarik dukungan dari prospek hawkish The Fed.
Faktanya, komentar anggota-anggota FOMC yang berpengaruh, termasuk Ketua The Fed Jerome Powell, telah memicu spekulasi bahwa The Fed akan mengadopsi respons kebijakan yang lebih agresif untuk memerangi inflasi yang tinggi. Pasar dengan cepat bereaksi dan mulai memperkirakan kemungkinan kenaikan suku bunga 50 bps pada pertemuan mendatang di bulan Mei.
Itu diperkuat oleh kenaikan imbal hasil obligasi Pemerintah AS, yang lebih jauh didukung oleh kekhawatiran bahwa lonjakan harga minyak mentah dapat memberikan tekanan lebih lanjut pada harga konsumen yang sudah tinggi. Terlepas dari itu, kurangnya kemajuan dalam negosiasi perdamaian Rusia-Ukraina lebih jauh menguntungkan safe-haven greenback.
Di sisi lain, pound Inggris tertekan oleh penilaian dovish terhadap keputusan kebijakan Bank of England pekan lalu dan pandangannya di seputar perlunya kenaikan suku bunga di masa depan. Pembeli gagal mendapatkan jeda dari kenaikan tak terduga dalam IMP Jasa Inggris, yang diimbangi oleh penurunan yang lebih besar dalam pengukur sektor manufaktur.
Pelaku pasar sekarang menantikan kalender ekonomi AS, yang menampilkan rilis IMP flash, Pesanan Barang Tahan Lama, dan Klaim Pengangguran Awal Mingguan yang seperti biasa. Namun, fokusnya akan tetap pada geopolitik di tengah ekspektasi bahwa Presiden AS Joe Biden akan mengumumkan sanksi baru yang menargetkan politisi Rusia.