Analisis Harga USD/IDR: Rupiah Naiki Rintangan Utama di Kisaran US$ 14.300 Jelang Suku Bunga Bank Indonesia
- USD/IDR melanjtkan pullback awal minggu dari 200-DMA menjelang pengumuman bank sentral utama.
- Bank Indonesia diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada 3,5%.
- Garis tren naik tiga bulan menjadi penentu untuk penurunan lebih lanjut.
- Para pembeli memiliki banyak rintangan bahkan jika mereka berhasil melewati DMA utama.
USD/IDR tetap tertekan untuk hari ketiga berturut-turut, di sekitar $14.300 selama sesi Asia Kamis.
Dengan demikian, pasangan rupiah (IDR) ini melanjukan pembalikan arah sebelumnya dari 200-DMA menuju garis support naik mulai Desember 2021 menjelang Suku Bunga Bank Indonesia (BI).
Meskipun BI diperkirakan tidak akan mengubah kebijakan moneter, kesiapan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam mengambil langkah-langkah untuk mempertahankan ekonomi domestik dari krisis Ukraina-Rusia dapat membuat USD/IDR bergerak maju. Bias bearish juga mengambil petunjuk dari sinyal MACD yang suram.
Dengan itu, garis support berusia tiga bulan yang mengarah ke atas di dekat $14.300 menjadi penting karena penembusan level ini akan mengarahkan harga menuju support garis tren utama lainnya, dari November 2021 di sekitar $14.255 pada saat berita ini ditulis.
Jika harga USD/IDR turun di bawah $14.255, level terendah Desember 2021 di $14,220 akan mendapatkan perhatian pasar.
Sementara itu, pergerakan pemulihan perlu memberikan penutupan harian di luar level 200-DMA $14.330 agar dapat merebut kembali kendali.
Meski begitu, beberapa rintangan di sekitar $14.390 dan $14.400 akan menantang para pembeli USD/IDR menjelang puncak bulanan $ 14.414.
USD/IDR: Grafik Harian

Tren: Diperkirakan akan terjadi kelemahan lebih lanjut