Berita Harga USD/IDR: Rupiah Hentikan Tren Turun Tiga Hari di Sekitar $14.300 pada Data Perdagangan Indonesia
- USD/IDR terus menurun di sekitar level terendah intraday.
- Ekspor Indonesia tumbuh di bawah ekspektasi pada bulan Februari tetapi Neraca Perdagangan menjadi optimis.
- Optimisme hati-hati di pasar dan pullback USD juga membebani harga.
- Katalis risiko lebih penting untuk impuls segar.
USD/IDR tetap tertekan di sekitar $14.310, setelah menyentuh level terendah baru harian di $14.293, pada angka perdagangan Indonesia yang lebih baik dari sebelumnya pada pagi ini di Eropa. Yang juga mendukung penjual adalah sentimen risk-on dan pullback Dolar AS di tengah sesi Asia yang lamban.
Ekspor Indonesia tumbuh 34,14% dibandingkan 327,32% yang diharapkan dan 25,31% pada bulan Februari. Namun, Impor turun di bawah konsensus pasar 40,04% dan 36,77% pembacaan sebelumnya menjadi 25,43% selama bulan yang disebutkan. Di atas segalanya, Neraca Perdagangan naik menjadi $3,82 miliar dari $1,66 miliar yang diharapkan dan $0,93 miliar sebelumnya.
Perlu dicatat bahwa larangan batubara terbaru di Indonesia mungkin telah memainkan peran untuk meningkatkan angka perdagangan terbaru.
Gerakan IDR juga dapat dikaitkan dengan komentar dari Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati, yang diberitakan Jumat malam. "Indonesia mengharapkan proses pemulihan ekonomi yang sulit bersama dengan transisi yang menantang dari pandemi COVID-19 ke endemik," kata diplomat itu mengutip portal Tempo.com.
Selain itu, kegagalan Dolar AS untuk memperpanjang tren naik tiga hari dan harapan untuk mengatasi krisis Rusia-Ukraina pada bulan Mei juga mendukung kekuatan IDR.
Namun, masalah COVID Tiongkok dan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang lebih kuat memang menantang penjual USD/IDR.
Selanjutnya pedagang USD/IDR akan memperhatikan berita geopolitik dan COVID untuk dorongan baru menjelang Indeks Harga Produsen (IHP) AS untuk bulan Februari, diperkirakan 10,0% YoY angka, dibandingkan 9,7% sebelumnya.
Analisis teknis
Konvergensi DMA-21 dan DMA-50, di sekitar $14.350, membatasi pergerakan kenaikan jangka pendek USD/IDR.