AUD/USD: Penjual Tetap di Bawah 0,7400 Meskipun Inflasi Tiongkok Lebih Kuat

  • AUD/USD tetap melemah untuk hari kedua berturut-turut setelah IHK dan IHP Tiongkok.
  • IHK Tiongkok dan IHP keduanya melewati perkiraan pasar dan pembacaan sebelumnya di bulan Oktober.
  • Sentimen risk-off dan imbal hasil obligasi yang lebih kuat memberikan tekanan turun lebih lanjut.
  • Inflasi AS, berita-berita utama stimulus dan beberapa risiko dari pasar properti Tiongkok menjadi fokus.

AUD/USD menolak memberikan reaksi positif terhadap data inflasi Tiongkok yang kuat selama Rabu pagi ini, yang turun sebesar 0,18% dalam intraday, di dekat terendah harian 0,7366.

Indeks Harga Konsumen (IHK) utama Tiongkok naik melampaui konsensus pasar 1,4% dan pembacaan sebelumnya 0,7% ke 1,5% Tahun/Tahun. Di baris yang sama, Indeks Harga Produsen (IHP) memperbarui tertinggi multi-bulan dengan angka tahunan di 13,5% dibandingkan dengan perkiraan 12,4% dan 10,7% sebelumnya.

Baca: IHK Tiongkok Oktober yang Lebih Tinggi Gagal Menggerakkan AUD/USD

Meskipun data inflasi yang optimis dari pelanggan utama itu membantu para penjual AUD/USD untuk berhenti sejenak, sentimen masam membebani harga pasangan mata uang ini karena status barometer risikonya.

Sentimen pasar memburuk karena kekhawatiran terhadap inflasi yang meningkat, yang mendorong Federal Reserve AS (The Fed) menuju siklus kenaikan suku bunga yang lebih cepat, seperti yang baru-baru ini didukung oleh Presiden Federal Reserve St. Louis James Bullard. Anggota The Fed itu muncul selama wawancara CNBC yang mengharapkan bank sentral AS untuk menaikkan suku bunga acuan dua kali pada tahun 2022, setelah selesai dengan penarikan program pembelian obligasi-nya.

Lebih lanjut, Menteri Keuangan AS Janet Yellen menyampaikan melalui wawancara NPR Marketplace dan memperingatkan akan terjadi resesi jika batas utang tidak dinaikkan. Menteri Keuangan AS itu juga mengatakan, "The Federal Reserve tidak akan membiarkan inflasi gaya tahun 1970-an kembali."

Di tempat lain, penurunan 50% dalam harga saham pemain real estat China Fantasia Group setelah penghentian perdagangan selama sebulan juga berada di belakang kekhawatiran baru-baru ini atas masalah para pemain properti di Beijing.

Di sisi lain, Penasihat Ekonomi Gedung Putih Brian Deese mengharapkan pemungutan suara di DPR pekan depan untuk paket infrastruktur sosial yang lebih besar, menurut cuitan dari reporter Fox Business Edward Lawrence. "Dia mengatakan beberapa anggota DPR akan menerima lebih banyak informasi tentang bagaimana RUU itu tidak akan menambah utang pada akhir pekan ini," tambah Lawrence dari Fox itu.

Di tengah permainan ini, imbal hasil Treasury 10-tahun AS naik 1,2 basis poin (bps) menjadi 1,46% sementara Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,20% dalam intraday pada saat berita ini dimuat.

Setelah menyaksikan reaksi pasar awal terhadap data inflasi Tiongkok, para pedagang AUD/USD akan menunggu data IHK dan IHP AS untuk dorongan baru. Yang juga penting adalah pembaruan pada stimulus AS dan perusahaan real estat utama EvergrandeTiongkok karena pembayaran bunga obligasi akan jatuh tempo bagi perusahaan yang kesulitan itu pada hari Rabu.

Baca: Pratinjau IHK AS Oktober: Data Inflasi Tidak Mungkin Menghambat Pembeli Emas

Analisis Teknis

AUD/USD menegaskan penembusan sisi bawah SMA 200 dan garis RSI turun pada grafik empat jam (4 jam), belum lagi sinyal MACD yang bearish baru-baru ini. Meskipun demikian, double bottom yang dicatat di sekitar 0,7360 membatasi penurunan langsung harga sebelum mengarahkannya ke Fibonacci retracement (Fibo.) 61,8% dari tren naik September-Oktober, di dekat 0,7315. Sementara itu, penembusan tegas sisi atas dari rintangan SMA 200 di sekitar 0,7385 membutuhkan validasi dari angka bulat 0,7400 agar dapat membidik konvergensi SMA 100 dan Fibo 23,6%, di dekat 0,7470.

 

Analisis Harga Indeks Dolar AS: DXY Memantul dari SMA 200 yang Menyentuh 94,00

Indeks Dolar AS (DXY) mengkonsolidasikan penurunan baru-baru ini di sekitar 94,00 pada Rabu pagi ini. Dengan demikian, pengukur greenback tersebut mel
อ่านเพิ่มเติม Previous

Rapat Virtual Presiden AS Biden- Presiden Tiongkok XI Direncanakan Paling Cepat Pekan Depan – Reuters

Presiden AS Joe Biden dan mitranya dari Tiongkok Xi Jinping kemungkinan akan mengadakan pertemuan virtual pertama mereka paling cepat pekan depan, Reu
อ่านเพิ่มเติม Next