GBP/USD Mengarah ke Selatan Menuju 1,3800 di Tengah Masalah Baru Brexit, Penguatan USD
- GBP/USD di bawah tekanan di tengah penguatan USD dan kekhawatiran atas Brexit.
- Masalah politik Inggris dan kekhawatiran terhadap Covid juga membebani cable.
Sedikitnya data dalam kalender ekonomi membuat aksi harga DXY tetap berada dalam fokus.
Tekanan jual di sekitar GBP/USD tetap berlangsung, karena penjual berusaha menguji level 1,3800 di tengah munculnya kembali kekhawatiran atas Brexit dan persistennya kekuatan dolar AS.
Greenback terus menarik tawaran beli bersama imbal hasil pemerintah (Treasury) di tengah ekspektasi pengurangan (tapering) lebih awal oleh The Fed, mengingat data Nonfarm Payrolls (NFP) AS yang lebih kuat dari yang diharapkan pada hari Jumat.
Ekonomi AS tampaknya mendekati acuan The Fed untuk 'kemajuan substansial' yang menyerukan normalisasi kebijakan moneter lebih cepat dari yang diperkirakan sebelumnya. Yang semakin memperkuat taruhan hawkish adalah pejabat The Fed Rosengren dan Bostic yang juga mendukung pengurangan awal.
Di sisi lain Atlantik, kekhawatiran terhadap Brexit telah kembali menyeruak di tengah krisis migran. Mantan pemimpin Partai Brexit Nigel Farage mengecam Prancis dan UE karena gagal memberikan bantuan untuk mencegah krisis migran lintas kanal yang berbahaya.
Sementara itu, kekhawatiran politik Inggris terhadap PM Boris Johnson yang ingin melengserkan Menteri Keuangan Rishi Sunak juga semakin membebani pound.
Ke depan, aksi harga dolar AS dan pembaruan Brexit akan terus memengaruhi pasangan mata uang ini di tengah data kalender yang sepi. Fokus pekan ini tetap tertuju pada data PDB Awal Inggris Kuartal 2 dan IHK AS.