Pasar Saham Asia: Lambat Di Tengah Petunjuk Beragam dan Sentimen Hati-Hati

  • Ekuitas Asia-Pasifik gagal memperpanjang kenaikan Wall Street di tengah kinerja Tiongkok dan Indonesia yang suram.
  • Klaim Pengangguran memperbarui momentum bullish di AS, IMP dalam fokus.
  • Kurangnya data/peristiwa utama, menanti angka aktivitas kunci menguji mood.
  • Kalender ekonomi dan umpan berita gagal menghibur para pedagang.

Saham Asia mencari arah baru menjelang sesi Eropa hari ini. Ekuitas Asia-Pasifik memulai hari dengan kenaikan sambil mengikuti Wall Street tetapi kerugian di Tiongkok ditambah dengan konsolidasi di tempat lain mengganggu para pedagang sesudahnya.

Meskipun demikian, indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik di luar Jepang naik 0,07%, naik untuk kenaikan mingguan, pada saat ini.

Nikkei 225 Jepang mengabaikan perluasan keadaan darurat yang disebabkan virus ke satu prefektur lagi Okinawa, serta laporan beragam Indeks Harga Konsumen (IHK) Nasional, untuk mencetak kenaikan intraday 0,80%. ASX 200 Australia berada di jalur yang sama sementara naik 0,17% pada hari ini di tengah Penjualan Ritel yang lebih baik dari perkiraan dan perselisihan dengan Tiongkok.

Saham dari Beijing dibebani oleh penurunan tajam di Tencent dan kripto yang tidak stabil, sementara saham dari Indonesia, yang diwakili oleh IDX Composite, turun karena transaksi berjalan Q1 Indonesia menunjukkan defisit $ 1,0 miliar, 0,4% dari PDB, melawan surplus dua kuartal sebelumnya.

BSE Sensex India dan NZX 50 Selandia Baru berada di sisi positif sambil mengambil petunjuk dari Australia dan Jepang masing-masing. Selanjutnya, S&P 500 Futures naik 0,30% sedangkan Indeks Dolar AS (DXY) berayun antara naik dan turun setelah Klaim Pengangguran AS memicu kekhawatiran reflasi pada hari sebelumnya.

Meskipun kalender lemah dan tak ada data menjadi masalah investor di Asia, hari yang aktif diisi oleh IMP utama mendukung pelaku pasar. Namun, perlu dicatat bahwa angka aktivitas AS tidak boleh terlalu tinggi jika tidak, dapat mengejutkan penjual.

Kontrak Berjangka Gas Alam: Kemungkinan Memantul Dalam Waktu Dekat

Open interest di pasar berjangka Gas Alam menyusut untuk 3 sesi berturut-turut pada hari Kamis, kali ini sekitar 15,8 ribu kontrak berdasarkan data la
Leia mais Previous

Analisis Harga AUD/USD: Pembeli Menghadapi Resistensi Di Dekat Tertinggi Multi-Pekan 0,7760

Pasangan AUD/USD tetap berada di jalur penurunan mingguan pada hari ini. Pasangan tersebut bergerak dalam kisaran perdagangan yang sangat sempit yang
Leia mais Next