Kontrak Berjangka S&P 500 Hentikan Tren Naik Dua Hari Di Tengah Kekhawatiran COVID-19 dan Kegelisahan Tiongkok-Amerika

  • Kontrak berjangka S&P 500 mendekati terendah intraday sambil mengkonsolidasikan kenaikan terkuat dalam tiga minggu.
  • USTR menolak harapan keringanan tarif Tiongkok, diplomat Beijing mengkritik aliansi Barat.
  • Perancis memperingatkan lonjakan pasien yang tertular Covid di ICU, Jerman mengisyaratkan penggunaan hukum Federal untuk mendorong pembatasan Covid.
  • Brisbane mengumumkan lockdown selama tiga hari, ledakan kolosal di Indonesia, laporan Terusan Suez juga membebani sentimen.

Kontrak berjangka S&P 500 menerima penawaran jual di sekitar 3.945, melemah sebesar 0,50% dalam intraday, selama Senin pagi ini. Dengan demikian, barometer risiko tersebut turun untuk pertama kalinya dalam tiga hari karena kekhawatiran virus corona (COVID-19) bergabung dengan perselisihan AS-Tiongkok akan membebani sentimen di tengah hari kalender yang sepi.

Menyusul komentar Perwakilan Dagang AS (USTR) Katherine Tai yang menyarankan tidak ada keringanan kepada Tiongkok di bawah pemerintahan baru, Juru Bicara Pemerintah wilayah Xinjiang Tiongkok menuduh kelompok Barat tersebut menjadi sekutu untuk membuat Beijing tidak stabil. AS, Inggris, Kanada, dan Uni Eropa (UE) baru-baru ini bersama-sama menyuarakan keluhan mereka terhadap pelanggaran hak asasi manusia Tiongkok di Xinjiang. Di sisi lain, USTR Tai tidak menolak harapan negosiasi Tiongkok-Amerika seraya menahan diri untuk tidak segera melakukan keringanan tarif kepada negara naga ini karena dia baru-baru ini menjabat.

Di sisi lain, Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan bahwa lockdown yang disebabkan virus diperlukan sambil menunjukkan kesiapan menggunakan undang-undang Federal untuk mendesak rakyat menerima pedoman pemerintah. Selain itu, dokter Perancis menyampaikan bahwa orang yang tertular virus di Intensive Care Unit (ICU) telah melonjak ke level tertinggi pada tahun 2021. Selain itu, kota dengan populasi terbesar ketiga di Australia mengumumkan lockdown selama tiga hari setelah ditemukan penularan virus dalam komunitas di minggu terakhir.

Di tempat lain, terjadi ledakan (bom) kolosal di Indonesia, sementara Ever Given masih tertahan di Terusan Suez.

Perlu dicatat bahwa harapan akan rencana pengeluaran infrastruktur senilai US $3,0 triliun dari Presiden AS Joe Biden dan dorongannya untuk vaksinasi yang lebih cepat kepada semua orang pada Mei mendukung sentimen risk-off pada hari Jumat.

Dengan latar belakang ini, saham di perdagangan Asia-Pasifik beragam sedangkan imbal hasil Treasury AS 10-tahun tetap tidak berubah di sekitar 1,66% pada saat penulisan.

Mengingat kurangnya data/peristiwa utama selama minggu yang dipersingkat karena liburan, menjelang data ketenagakerjaan AS hari Jumat, katalis risiko tetap menjadi pendorong utama yang harus diperhatikan.

Analisis Harga EUR/AUD: Pembeli Ingin Terlibat

Berikut ini adalah ilustrasi struktur pasar dari perspektif harian dan per jam yang menawarkan potensi dorongan naik terhadap struktur kritis. Grafik
Đọc thêm Previous

Menlu AS Blinken: Aspek Hubungan Amerika-Tiongkok 'Semakin Bermusuhan'

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken berbicara tentang prospek peningkatan hubungan Amerika-Tiongkok dalam wawancara CNN pada hari Minggu. Kutipan U
Đọc thêm Next