Wall Street Dibuka Merah Di Tengah Data Yang Tidak Menginspirasi & Drama Politik

  • Ekonomi tumbuh 2% pada kuartal kedua di Amerika Serikat.
  • Kekhawatiran seputar investigasi anti monopoli membebani saham Facebook.
  • Perkembangan politik terbaru di Washington menjauhkan investor dari aset-aset berisiko.

Indeks utama Wall Street mengawali hari di wilayah negatif pada hari Kamis karena investor menilai dampak potensial dari perkembangan politik terbaru dan data produk domestik bruto (PDB) dari Amerika Serikat (AS) terhadap pasar. Pada saat penulisan, Dow Jones Industrial Average turun 0,1% hari ini sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing turun 0,25% dan 0,5%.

Dalam estimasi ketiga, Biro Analisis Ekonomi AS melaporkan bahwa PDB pada kuartal kedua naik 2% pada basis tahunan. Rincian pokok publikasi mengungkapkan bahwa kontribusi dari bisnis dan investasi rumah tangga pada tingkat pertumbuhan direvisi lebih rendah.

Sementara itu, Komite Intelijen Dewan AS pada hari Kamis merilis versi diklasifikasikan (secara resmi menyatakan informasi tidak lagi rahasia) pernyataan whistleblower, mengklaim bahwa Presiden Trump menggunakan jabatannya untuk meminta campur tangan dari negara asing menjelang pemilu 2020, menghidupkan kembali kekhawatiran seputar pemakzulan Presiden Trump.

Di antara 11 sektor utama S&P 500, Indeks Layanan Komunikasi turun hampir 1% tertekan oleh penurunan besar yang diderita saham Facebook karena laporan yang menyatakan bahwa perusahaan akan berada di bawah penyelidikan antimonopoli.

Mencerminkan suasana pasar yang suram, indeks yang defensif Real Estat, Indeks Kebutuhan Konsumen, dan Utilitas membukukan kenaikan di awal perdagangan.

Penjualan Rumah Tertunda (Tahunan) Amerika Serikat Agustus Mengalahkan Prakiraan -1.9%

Penjualan Rumah Tertunda (Tahunan) Amerika Serikat Agustus Mengalahkan Prakiraan -1.9%
อ่านเพิ่มเติม Previous

Analisa Teknis GBP/USD: Cable Mengamati Tertinggi Harian Dekat Level 1,2380

Pound diperdagangkan dalam tren menurun di bawah simple moving average (SMA) 100- dan 200-hari. Grafik empat jam GBP/USD GBP/USD rebound dari supp
อ่านเพิ่มเติม Next