GBP/USD: Bertahan Dengan Erat Di Atas 1,2500 Di Tengah Ketidakpastian
Bahkan jika beberapa pihak di partai Tory yang berkuasa terus mengincar Brexit tanpa-kesepakatan, ketidakpastian di seputar keluarnya Inggris dari UE menyeret pasangan GBP/USD yang saat ini berputar-putar di sekitar 1,2510 menjelang pembukaan London Selasa ini.
Menteri Keuangan Inggris Phillip Hammond baru-baru ini diberitakan, ia menawarkan Perdana Menteri (PM) Theresa May perpanjangan proyek-proyek warisannya jika dia menawarkan Tory dukungan untuk memblokir Brexit tanpa-kesepakatan.
Di sisi lain, yang terdepan dalam kontes PM, Boris Johnson mengatakan Tories tidak membutuhkan dukungan pihak lain untuk Brexit sambil mengulangi janji sebelumnya untuk keluar dari blok pada tanggal 31 Oktober.
Di tempat lain, partai oposisi Buruh mendekati serikat-serikat buruh utama dalam upaya untuk mengumpulkan dukungan untuk referendum lainnya dan memblokir Brexit tanpa-kesepakatan jika mereka berkuasa dalam pemilihan umum.
Di AS, ketegangan perdagangan dengan China tetap tinggi sementara investor menunggu petunjuk baru dari pembuat kebijakan Federal Reserve, dalam pidato hari ini, untuk memprediksi upaya pelonggaran moneter masa depan oleh bank sentral AS. Di antara pembuat kebijakan Fed, Ketua Jerome Powell, Presiden Federal Reserve Bank of St Louis James Bullard dan Kepala Federal Reserve Bank of Atlanta Raphael Bostic akan menjadi sorotan.
Mengingat kurangnya data, investor akan mengawasi berita politik/perdagangan untuk dorongan baru.
Analisis Teknis
Ketika relative strength index (RSI) 14-hari dekat dengan kondisi oversold, terendah Desember 2018 di sekitar 1,2480 dan terendah 2019 dekat 1,2440 dapat memicu pullback pasangan ini, jika tidak maka kemungkinan menyaksikan penurunan ke 1,2400 tidak bisa ditolak. Untuk sisi atas, 1,2610 dan terendah akhir Juni di sekitar 1,2660 menjadi resisten utama yang perlu pembeli amati selama pullback.