Saham Asia Tetap Defensif Di Tengah Data/Berita Perdagangan Beragam Menjelang PDB AS
Saham di Asia mundur pada hari Jumat di tengah kehati-hatian pasar menjelang PDB AS sementara berita negatif dari AS-China dan negosiasi perdagangan AS-Jepang bergabung dengan data yang lesu untuk menambah volume melemah.
Indeks MSCI untuk saham Asia-Pasifik selain-Jepang turun 0,2% pada saat ini, sedangkan Nikkei Jepang akan menanggung beban pertumbuhan produksi industri yang lemah dengan penurunan lebih dari setengah persen.
Lebih lanjut, Hang Seng China naik hampir 0,1% karena Presiden Tiongkok Xi Jinping menahan diri untuk tidak berkompromi pada hubungan mata uang dengan perdagangan sementara Sensex India juga naik 0,2% di tengah pemilihan umum yang sedang berlangsung di negara demokrasi terbesar di dunia itu. Selain itu, ASX200 Australia mengikuti patokan China sementara NZX50 Selandia Baru gagal memanfaatkan data neraca perdagangan yang optimis.
Di kubbu global, Wall Street juga memancarkan pembacaan beragam karena S & P500 sebagian besar tetap tidak berubah di 2.926 sedangkan DJIA kehilangan sekitar 0,5% mendekati 26.463. Namun, Nasdaq berhasil tetap positif setelah laporan optimis dari Microsoft dan Facebook karena indeks memberikan bobot lebih tinggi untuk saham teknologi.
Nada risiko juga membebani karena imbal hasil treasury AS 10-tahun tetap lunak di 2,53%.
Sementara berita tentang penolakan China dan Jepang untuk menerima permintaan AS tentang keterkaitan mata uang untuk perdagangan berdampak negatif terhadap sentimen global, PDB Q1 2019 AS kemungkinan akan menjadi katalisator lain yang mempertanyakan suasana pasar menjelang rilis.
Angka PDB tahunan dari AS kemungkinan akan berada di 2,1% dari 2,2% sebelumnya.