Rupiah Kembali Loyo Pagi Ini ke 14.270
Kini Rupiah bergerak di 14.270, tampaknya koreksi kemarin telah selesai, dan USDIDR akan melanjutkan pergerakannya ke atas, setidaknya untuk saat ini, setelah kemarin bergerak ke rendah di 14.240. Walaupun Greenback sedang melemah secara luas setelah hasil IHK AS yang lemah, namun Rupiah masih tak kuat melawannya.
Rupiah yang sedikit menguat dan terkoreksi kemarin setelah beberapa hari melemah, juga dibantu dengan permintaan Rupiah yang meningkat dari para investor asing yang mengikuti lelang obligasi pemerintah Indonesia.
Kelemahan Rupiah pagi ini masih dipengaruhi ketidakpastian akan perkembangan perang perdagangan antara AS-China.
IHK AS yang dirilis semalam, naik 0,2% secara bulanan dan 1,5% dari tahun sebelumnya, sementara IHK Inti naik 0,1% MoM dan 2,1% selama dua belas bulan terakhir. Masih dalam agenda AS tetapi di awal sesi, indeks NFIB berada di 101,7 untuk bulan Februari, sedikit lebih rendah dari ekspektasi meskipun lebih tinggi dari pembacaan Januari.
Analis TD Securities mengomentari hasil IHK AS:
“FX: Pembacaan (IHK) inti yang lebih lemah menekankan nada hati-hati bank sentral saat ini ... Namun kami mencatat bahwa USD tetap menjadi carry king dalam mata uang G10, sehingga lonjakan naik di blok dolar tidak mungkin dipertahankan."
Setelah rilis data AS, DXY dengan cepat membalikkan upaya bullish dekat 97,30 setelah hasil yang tidak meyakinkan dari angka inflasi AS selama bulan lalu.
Level Teknis
USD/IDR turun untuk koreksi setelah Rupiah terus menerus di hantam, dan tersodok ke level di atas 14.300, mencapai terendah di 14.240 kemarin. Bila memantul dari level di kisaran 14.200, dan kembali menetap di atas 14.300, pasangan akan mencoba ke 14.350 kemudian 14.400. Sementara level 14.200 sudah menjadi support terdekat, lalu dibawahnya terbentang level 14.150 dan 14.100.
