GBP/USD: Fokus Pada Penjualan Ritel Inggris
Pasangan GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,2800 menjelang sesi Eropa pada hari ini. Pasangan tersebut turun sehari sebelumnya setelah PM Inggris Theresa May kehilangan suara di parlemenuntuk menunda Brexit selama tiga bulan. Investor sekarang menanti rilis Penjualan Eceran Inggris bulan Januari untuk menentukan pergerakan jangka pendek.
PM Inggris May berusaha untuk menegaskan dukungan di parlemen pada rencana barunya setelah yang lama ditolak sebelumnya. Dari banyak amandemen, salah satu yang banyak terpukul adalah kegagalan untuk mendapatkan dukungan menunda Brexit. Dengan kekalahan itu, terungkap pula bahwa Theresa May kehilangan cengkeramannya atas parlemen dan dapat merusak peluang kemenangannya dalam pemilihan mendatang tentang Brexit.
Selanjutnya, penjualan ritel bulan Januari akan menjadi pembacaan penting bagi para pedagang GBP. Penjualan ritel adalah kunci PDB Inggris. Prakiraan menunjukkan pertumbuhan +0,2% secara bulanan setelah menyaksikan kontraksi -0,9% sebelumnya sedangkan angka tahunan dapat meningkat menjadi +3,4% dari pertumbuhan +3,0% yang tercatat selama Januari 2018.
Selain penjualan ritel Inggris, perkembangan yang berkaitan dengan Brexit serta diskusi perdagangan AS-China yang terjadi di Beijing juga bisa mengarahkan sentimen perdagangan jangka pendek dari pasangan GBP/USD.
Analisis Teknis GBP/USD
Terobosan berkelanjutan di 1,2800 dapat menyeret pasangan GBP/USD ke 1,2740 & 1,2700 sedangkan 1,2670 bisa menyenangkan penjual pada terobosan di 1,2700.
Sementara itu, 1,2880 dan garis tren menurun yang menghubungkan tertinggi baru-baru ini, di 1,2920, dapat terus membatasi sisi atas jangka dekat. Selama kenaikan pasangan melewati-1,2920, 1,2980 dan 1,3000 menjadi penting untuk memilih.