Analisa Teknis GBP/JPY: Tergelincir Dari 143,00 Membuat Guppy Terlihat Bersiap Untuk Turun Lebih Jauh

  • GBP/JPY terjebak dekat terendah Jumat di 142,38, dengan resisten intraday ditandai dengan tegas di retracement Fibo 61,8% dekat 143,30; pembeli melihat level 143,00 menguap pada hari Jumat karena prospek teknis Sterling terus melemah.

GBP/JPY, 5-Menit

  • Dua minggu terakhir melihat Guppy semakin terbelit dalam pola penghambat menjelang libur Natal, namun penembusan baru yang lebih rendah akan melihat wilayah baru karena dukungan tetap lemah secara konsisten.

GBP/JPY, 30-Menit

  • GBP/JPY menghapus penembusan bullish resisten pekan lalu, membuat pasangan ini terekspos oleh penembusan bearish lainnya, karena dua bulan terakhir melihat Guppy pada kecepatan untuk masuk ke terendah baru tiga bulan.

GBP/JPY, 4-Jam

GBP/JPY

Tinjauan:

    Harga Terakhir Hari Ini: 142,7
    Perubahan Harian Hari Ini: 4,0 pips
    Perubahan % Harian Hari Ini: 0,0280%
    Pembukaan Harian Hari Ini: 142,66

Tren:

    SMA20 Harian Sebelumnya: 144,15
    SMA50 Harian Sebelumnya: 145,65
    SMA100 Harian Sebelumnya: 145,31
    SMA200 Harian Sebelumnya: 146,74

Level-Level:

    Tertinggi Harian Sebelumnya: 143,92
    Terendah Harian Sebelumnya: 142,38
    Tertinggi Mingguan Sebelumnya: 143,94
    Terendah Mingguan Sebelumnya: 141,18
    Tertinggi Bulanan Sebelumnya: 149,5
    Terendah Bulanan Sebelumnya: 144,02
    Fibonacci 38,2% Harian Sebelumnya: 142,97
    Fibonacci 61,8% Harian Sebelumnya: 143,33
    Pivot Point Harian S1 Sebelumnya: 142,05
    Pivot Point Harian S2 Sebelumnya: 141,45
    Pivot Point Harian S3 Sebelumnya: 140,51
    Pivot Point Harian R1 Sebelumnya: 143,59
    Pivot Point Harian R2 Sebelumnya: 144,53
    Pivot Point Harian R3 Sebelumnya: 145,13

PBoC Tetapkan Kurs Referensi Yuan Di 6,8908

People's Bank of China (PBoC) menetapkan kus referensi yuan di 6,8908 vs penetapan Jumat di 6,8750.
Baca selengkapnya Previous

Kebangkrutan China Meningkat Ketika Pemerintah Coba Untuk Bersihkan Bobot Mati - Bloomberg

Seperti dilansir Bloomberg, China sedang melihat lonjakan kebangkrutan baru dan gagal bayar karena rencana Shanghai untuk membubarkan perusahaan-perus
Baca selengkapnya Next