BoJ Diperkirakan Kurangi Stimulus Di 2020 Atau Nanti: Polling Reuters

Lebih dari separuh ekonom yang disurvei oleh Reuters memperkirakan BoJ akan menunda normalisasi kebijakan hingga 2020 atau nanti, berkat inflasi yang jinak.

Dari 37 ekonom yang disurvei, 16 memperkirakan BoJ akhirnya akan mulai melepas kebijakan ultra-longgar dalam suatu waktu di tahun depan, turun dari 18 dalam survei April, menurut Reuters. Sementara itu, 16 ekonom mengharapkan itu terjadi pada 2020 atau nanti, naik dari 12 analis dalam survei bulan lalu.

Poin utama

  • 38 dari 41 ekonom mengatakan BoJ akan mulai melepaskan langkah stimulusnya jika bank sentral memutuskan untuk mengubah kebijakan
  • Perkiraan ihk inti TF2018 Jepang +0,9 persen, TF2019 +0,9 persen tidak termasuk dampak dari kenaikan pajak penjualan yang direncanakan pada Oktober 2019 (vs +0,9 persen, +1,0 persen dalam jajak pendapat bulan April)
  • 16 ekonom memperkirakan BoJ akan mengurangi kebijakan stimulus kembali pada tahun 2020 atau nanti, 12 mengatakan semester pertama 2019, 4 mengatakan semester kedua 2019 (vs 12, 11, 7 dalam jajak pendapat April)
  • Perkiraan PDB TF2018 Jepang +1,2 persen, TF2019 +0,8 persen (vs +1,3 persen, +0,8 persen dalam jajak pendapat bulan April)

Biro Statistik China: Pertumbuhan Ekonomi Yang Stabil Di Bulan April Mendasari Untuk Mencapai Target Setahun Penuh

Biro Statistik China percaya kinerja ekonomi yang baik pada bulan April telah meletakkan dasar untuk mencapai target produk domestik bruto (PDB) setah
Leia mais Previous

NZD/USD Berhasil Jaga 0,6900 Pasca Data China

Setelah menguji terendah multi-bulan 0,6903 dalam satu jam terakhir, pasangan NZD/USD terlihat bergerak mendekati level tersebut, karena bull tetap ti
Leia mais Next