WTI Turun 1% Karena Penguatan USD, Di Bawah $68 Jelang API

WTI (minyak berjangka di NYMEX) terlihat mereplikasi gerakan yang terlihat di sesi Eropa sehari sebelumnya, karena penguatan dolar AS tetap berlanjut di tengah prospek pertumbuhan AS yang lebih baik dan laju pengetatan Fed yang lebih cepat. Indeks USD melompat ke 92,19, level tertinggi yang terlihat sejak Januari, naik +0,38% hari ini.

WTI memberikan kembali lebih dari separuh rebound kemarin yang dipicu oleh komentar Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. PM Israel mendesak AS untuk keluar dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran. Cek-cok nuklir AS-Iran mengarah ke prospek gangguan pasokan seandainya AS menerapkan kembali sanksi terhadap Iran.

Semua perhatian kini tetap tertuju pada data stok minyak mentah mingguan American Petroleum Institute (API) untuk momentum baru harga. Persediaan minyak mentah AS kemungkinan naik 1,3 juta barel pekan lalu, sementara cadangan bensin dan distilasi turun, menurut jajak pendapat pendahuluan Reuters pada hari Senin.

Level-Level Teknis WTI

Menurut Analis FXStreet, Joshua Gibson, "WTI terus mempertahankan daya apungnya, menderam plafon saat perdagangan bahan bakar fosil mencapai tertinggi tiga tahun karena bulls minyak mengarahkan perhatian pada level 70/barel. Plafon saat ini menghalangi jalan menuju tertinggi baru multi-tahun di level 69,50, dengan support dari swing high terakhir di 66,50 dan terendah April di 61,80.”

AS: Indeks Manufaktur ISM April Kemungkinan Akan Mencetak 59,0 - Nomura

Analis di Nomura memperkirakan 59,0 untuk estimasi April indeks manufaktur ISM AS setelah masuk di 59,3 pada bulan Maret. Kutipan Utama “Survei bisn
আরও পড়ুন Previous

Emas Runtuh Semakin Jauh, Mendekati $1,300/ons

Harga per troy ons logam mulia jatuh semakin jauh selama paruh pertama minggu ini dan sekarang diperdagangkan tidak jauh dari support kritis di level
আরও পড়ুন Next