Batu Bara ICE Newcastle Belum Bergerak di Area 138,00 Sejak Kemarin, Menantikan Katalis yang Signifikan
- Batu Bara ICE Newcastle masih di level yang sama sejak kemarin.
- AS menunda serangan terhadap Iran selama dua atau tiga hari.
- Perhatian pasar Indonesia tertuju pada keputusan suku bunga BI.
Batu bara ICE Newcastle front month diperdagangkan di 138,00 yang belum berubah sama sekali dan berada di level yang sama dengan hari kemarin. Sejak Jumat lalu batu bara ini tidak menunjukkan pergerakan dari level pembukaanya, tampaknya menantikan perkembangan terbaru dari Timur Tengah.
Batu bara tidak menunjukkan pergerakan sama sekali setelah membuka hari dan terkadang dibuka dengan gap dari level penutupan hari sebelumnya. Perilaku tersebut membuat pergerakan harga dalam grafik tampak tidak mulus. Meskipun demikian, Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 56,70 mengindikasikan bahwa momentumnya bullish ketika berada di atas level netral 50, mendukung tren naik jangka lebih panjang komoditas ini yang ditunjukkan oleh Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang bergerak naik secara perlahan jauh di bawah harga.
Cuaca di pelabuhan Newcastle Australia berawan dengan suhu sekitar 17°C. Diprakirakan terjadi hujan ringan mendekati tengah malam, namun, hujan tersebut kemungkinan tidak mengganggu proses pemuatan batu bara ke kapal di pelabuhan dan tidak mengacaukan jadwal pengiriman secara signifikan. Sehingga, cuaca dapat dicoret dari faktor yang bisa memengaruhi harga komoditas ini dalam jangka pendek.
Dalam laporan Guardian, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, menunda serangan yang sebelumnya direncanakan akan dilakukan kepada Iran pada hari Selasa. Penundaan dua atau tiga hari itu diminta oleh Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), dan yang lainnya dengan alasan sudah hampir dekat dengan mencapai kesepakatan. Presiden Trump hanya puas dengan kesepakatan yang membuat Iran tidak memiliki senjata nuklir.
Sementara tuntutan-tuntutan utama terbaru Iran untuk AS adalah pencabutan saksi, pencairan dana yang dibekukan, serta AS mengakhiri blokade, seperti dikatakan Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, dikutip Islamic Republic News Agency (IRNA).
Apa pun hasilnya, para pedagang akan lebih mencermati dampaknya pada Selat Hormuz, jalur yang biasanya mengangkut 20% pasokan minyak global. Selat tersebut tidak bisa dilalui secara bebas sejak perang meletus sehingga mengganggu proses distribusi minyak dan gas secara global dari kawasan tersebut. Gangguan pengiriman gas menguntungkan batu bara karena komoditas ini digunakan sebagai alternatif gas untuk pembangkit listrik. Dengan demikian, perkembangan di jalur tersebut juga memengaruhi komoditas-komoditas lainnya secara tidak langsung.
Terkait energi di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia (RI) merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Mei 2026 dalam Kepmen ESDM No. 204.K/MB.01/MEM.B/2026. Semua harganya naik dibandingkan dengan sebelumnya dengan perincian sebagai berikut;
- Batubara (6.322 GAR) $116,32 naik dari $106,57
- Batubara I (5.300 GAR) $80,34 naik dari $79,56
- Batubara II (4.100 GAR) $57,61 naik dari $55,66
- Batubara III (3.400 GAR) $39,35 naik dari $38,76
Sejauh ini belum ada informasi terbaru terkait energi di Indonesia. Perhatian pasar tertuju pada Rupiah yang melemah ke terendah baru sepanjang masa terhadap Dolar AS, IHSG yang melanjutkan penurunan untuk meraih terendah baru 2026, dan keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) pada hari Rabu besok.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis berikutnya Rab Mei 20, 2026 07.30
Frekuensi: Tidak teratur
Konsensus: 5%
Sebelumnya: 4.75%
Sumber: Bank Indonesia