Harga Emas India Hari ini: Emas Stabil, menurut Data FXStreet

Harga Emas tetap relatif tidak berubah di India pada hari Senin, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 14.087,38 Rupee India (INR) per gram, relatif stabil dibandingkan dengan INR 14.087,50 pada hari Jumat.

Harga Emas relatif stabil di INR 164.312,50 per tola dari INR 164.313,90 per tola pada hari Jumat.

Unit measure

Gold Price in INR

1 Gram

14.087,38

10 Grams

140.875,80

Tola

164.312,50

Troy Ounce

438.165,40

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan kurs pasar pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan kurs lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan posting ini.)

Franc Swiss Mendatar di Dekat Level Terendah Beberapa Minggu karena Penyesuaian Harga Kenaikan Suku Bunga The Fed

Pasangan mata uang USD/CHF bertahan stabil di dekat 0,7870 pada awal sesi Eropa hari Senin. Pasangan mata uang ini saat ini diperdagangkan di dekat level tertinggi sejak 30 April, didukung oleh Dolar AS (USD) yang lebih kuat. Pedagang akan memantau dengan cermat perkembangan seputar konflik AS-Iran.
了解更多 Previous

Pejabat BoE, Breeden: ketidakpastian politik mempengaruhi lingkungan bisnis — FT

Deputi Gubernur Bank of England (BoE) Sarah Breeden memperingatkan bahwa ketidakpastian politik mempengaruhi lingkungan bisnis dan mengingatkan bahwa bank sentral Inggris tidak boleh "terlalu cepat" dalam menyesuaikan suku bunga, seperti dilaporkan Financial Times pada hari Senin
了解更多 Next