PMI Manufaktur S&P Global Indonesia untuk Maret 2026 Turun ke 50,1 dari 53,8 di Februari
Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P Global Indonesia untuk bulan Maret 2026 turun ke 50,1 dari 53,8 pada bulan sebelumnya. Angkanya lebih buruk dari prakiraan 51,2. Namun demikian, angkanya tetap dalam wilayah ekspansi karena berada di atas level 50 yang memisahkan antara kontraksi dan ekspansi.
Usamah Bhatti, Ekonom di S&P Global Maret Intelligence, mengatakan, "Data survei bulan Maret menunjukkan penurunan output dan penerimaan pesanan baru di sektor manufaktur Indonesia kembali terjadi, dengan penurunan output tercatat paling tajam dalam sembilan bulan. Sementara itu, penurunan permintaan juga dikaitkan dengan penurunan tajam pada permintaan ekspor baru, yang turun dengan laju paling tajam sejak November lalu."
Ekonom tersebut lebih lanjut menjelaskan bahwa, "Menurut anggota panel, salah satu faktor utama di balik penurunan pada akhir triwulan pertama adalah pecahnya perang di Timur Tengah. Bukti anekdotal menunjukkan bahwa perang menyebabkan tekanan signifikan pada harga dan pasokan bahan baku, berdampak pada produksi dan permintaan, serta mendorong inflasi biaya ke level tertinggi dalam dua tahun. Selain itu, melemahnya produksi dan kebutuhan kapasitas mendorong perusahaan memasuki fase pengetatan, dengan menurunkan aktivitas pembelian dan tingkat ketenagakerjaan."
Reaksi Pasar
Baik IHSG maupun Rupiah belum menunjukkan reaksi terhadap data karena pasar masih ditutup dan akan dibuka dalam beberapa waktu ke depan.
Indikator Ekonomi
PMI Manufaktur S&P Global
Indeks Manajer Pembelian (PMI) yang dirilis oleh S&P Global menangkap kondisi bisnis di sektor manufaktur. PMI manufaktur merupakan indikator penting dari kondisi bisnis dan kondisi perekonomian secara keseluruhan di Indonesia. Hasil di atas 50 merupakan sinyal bullish bagi Rupiah, sedangkan hasil di bawah 50 dianggap bearish.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Rab Apr 01, 2026 00.30
Frekuensi: Bulanan
Aktual: 50.1
Konsensus: -
Sebelumnya: 53.8
Sumber: S&P Global