EUR/USD tetap tertekan di dekat 1,1500 karena penghindaran risiko berlanjut

  • EUR/USD turun untuk hari keempat berturut-turut pada hari Jumat dan mendekati 1,1500.
  • Harapan yang memudar akan berakhirnya perang Iran dengan cepat terus membebani Euro.
  • Aksi harga telah menembus bagian bawah channel naik, menunjukkan tren turun lebih lanjut.

Euro (EUR) diperdagangkan lebih rendah terhadap Dolar AS (USD) untuk hari keempat berturut-turut pada hari Jumat, diperdagangkan di 1,1520 pada saat berita ini ditulis, turun dari tertinggi mingguan 1,1640 pada hari Senin. Tekanan harga Minyak yang lebih tinggi dalam perekonomian Zona Euro, ditambah dengan harapan yang memudar akan berakhirnya perang Iran dengan cepat, bertindak sebagai hambatan bagi pemulihan Euro yang signifikan.

Presiden AS Donald Trump memberikan sedikit harapan pada hari Kamis, memperpanjang tenggat waktu untuk menyerang situs energi Iran hingga April. Namun, antusiasme pasar hanya berlangsung singkat, karena Wall Street Journal melaporkan bahwa Pentagon akan mempertimbangkan penempatan tambahan 10.000 tentara untuk serangan darat yang akan memperpanjang perang dan menjaga Selat Hormuz tetap tertutup untuk jangka waktu yang lama.

Di Eropa, data awal Indeks Harga Konsumen dari Spanyol menunjukkan bahwa tekanan harga meningkat menjadi 3,3% tahun-ke-tahun pada bulan Maret, ke level tertinggi dalam 14 bulan terakhir, dari 2,3% pada bulan Februari, memberikan alasan lebih lanjut bagi Bank Sentral Eropa (ECB) untuk menaikkan suku bunga pada bulan April.


Analisis Teknis: EUR/USD menembus di bawah channel bullish

Chart Analysis EUR/USD


EUR/USD diperdagangkan di 1,1521, dengan bias jangka pendek yang sedikit bearish, karena pasangan ini turun di bawah batas bawah channel naik, dengan aksi harga kini berada di bawah dasar channel, yang sekarang sekitar 1,1540, dan resistance horizontal terdekat di 1,1575.

Garis Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah berubah negatif dan tetap di bawah sinyalnya, sementara Relative Strength Index (RSI) bertahan di kisaran rendah 40-an, bersama-sama memperkuat momentum penurunan yang berkembang dalam struktur naik yang lebih luas.

Para penjual tetap terkendali di area 1,1520 sejauh ini, dengan terendah 23 Maret di 1,1484 menjadi target berikutnya, sebelum terendah 18 dan 19 Maret di area 1,1440. Di sisi atas, garis tren balik 1,1539 yang disebutkan dan level intraday 1,1575 menutup jalan menuju tertinggi mingguan di dekat 1,1640.

(Analisis teknis dari cerita ini ditulis dengan bantuan alat AI.)

Indikator Ekonomi

IHK Harmonisasi (Thn/Thn)

IHK Harmonisasi yang dirilis oleh Institut Nasional Statistik adalah ukuran dari pergerakan harga atau inflasi diselaraskan di seluruh Negara Anggota Uni Eropa. Serupa dengan Indeks Harga Konsumen nasional (IHK), proxy inflasi juga mencakup komputer pribadi, mobil baru dan tiket pesawat tidak termasuk sementara pemilik/penghuni perumahan dan pajak dewan. Umumnya, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk Euro, sementara bacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Mar 27, 2026 08.00 (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 3.3%

Konsensus: 3.9%

Sebelumnya: 2.5%

Sumber: INE

Indikator Ekonomi

Indeks Harga Konsumen (Thn/Thn)

Indeks Harga Konsumen yang dikeluarkan oleh Institut Nasional Statistik adalah mengukur pergerakan harga dengan perbandingan antara harga eceran contoh keranjang belanjaan dari barang dan jasa. Kekuatan pembelian Euro diseret oleh inflasi. IHK merupakan indikator utama untuk mengukur inflasi dan perubahan dalam tren pembelian. Secara umum, pembacaan tinggi dipandang sebagai positif (atau bullish) untuk Euro, sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai negatif (atau Bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Jum Mar 27, 2026 08.00 (Pendahuluan)

Frekuensi: Bulanan

Aktual: 3.3%

Konsensus: 2.4%

Sebelumnya: 2.3%

Sumber: INE

Mantan BoJ Kuroda: Bank sentral tidak boleh berhenti mendekati normalisasi kebijakan

Mantan Gubernur Bank of Japan (BoJ) Haruhiko Kuroda mengatakan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Asahi bahwa bank sentral harus terus mendorong kebijakan moneter menuju normalisasi
Đọc thêm Previous

Lelang Obligasi 5 Tahun Itali Naik dari Sebelumnya 2.62% ke 3.48%

Lelang Obligasi 5 Tahun Itali Naik dari Sebelumnya 2.62% ke 3.48%
Đọc thêm Next