Batu Bara ICE Newcastle Tidak Menunjukkan Perubahan Sepanjang Hari di Kemarin di 143,25

  • Batu Bara ICE Newcastle tidak berubah sepanjang hari kemarin.
  • Presiden AS, Donald Trump, mengajukan tuntutan terhadap Iran.
  • Pasar Indonesia kembali aktif dari libur panjang.

Harga batu bara ICE Newcastle front month menutup hari kemarin di 143,25. Dengan demikian, batu bara ini sama sekali tidak bergerak sepanjang hari Selasa. Hal tersebut menyusul penolakan dari sekitar tertinggi 2026 di area 150,00 pada akhir pekan lalu. Stagnasi bisa terjadi karena penawaran dan permintaan seimbang atau tidak ada transaksi saat para pedagang menantikan perkembangan terbaru dari Timur Tengah.

Stagnasi tersebut memperkuat tren sideways jangka pendek batu bara dalam jangka pendek, seperti yang terlihat dalam grafik harian. Melihat jangka lebih panjang, komoditas ini berada dalam tren bullish mengingat posisinya yang di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Relative Strength Index (RSI) 14-hari di 61,88 mengindikasikan momentumnya bullish setelah lepas dari area jenuh beli.

Cuaca di Pelabuhan Newcastle Australia pada saat berita ini ditulis adalah sekitar 24°C dan diprakirakan cerah sepanjang hari. Peluang terjadinya hujan hanya sekitar 10%, dengan demikian faktor cuaca tidak akan memengaruhi proses pemuatan batu bara di pelabuhan dan tidak menjadi penggerak harga yang dominan untuk saat ini.

Konflik di Timur Tengah masih menjadi panduan untuk pergerakan komoditas mengingat konflik tersebut menyebabkan kenaikan harga komoditas-komoditas energi seperti Minyak dan LNG (Liquified Natural Gas) yang pada akhirnya memengaruhi harga batu bara yang berfungsi sebagai alternatif LNG untuk pembangkit listrik saat pasokan dari Timur Tengah tersendat.

Presiden AS, Donald Trump, tampak ingin mencapai kesepatan untuk mengakhiri pertikaian di Timur Tengah, seperti diinformasikan Reuters. Upaya itu dengan memberikan Iran belasan tuntutan yang perlu dipenuhi. Namun, pejabat Israel menilai kecil kemungkinannya Iran akan mematuhi tuntutan-tuntutan AS.

Di dalam negeri, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia merilis Harga Batu Bara Acuan (HBA) untuk periode kedua Maret 2026 dalam Kepmen ESDM No. 124.K/MB.01/MEM.B/2026. Sebagian besar menunjukkan kenaikan dengan perincian sebagai berikut;

  • Batubara (6.322 GAR) $103,01 naik dari $102,37
  • Batubara I (5.300 GAR) $71,55 naik dari $71,29
  • Batubara II (4.100 GAR) $48,32 naik dari $47,64
  • Batubara III (3.400 GAR) $34,25 tidak berubah dari sebelumnya

Hari ini negara Indonesia kembali dari libur panjang Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1948 dan Idulfitri 1447 Hijriah. Dengan demikian, tidak ada peristiwa menonjol yang terkait dengan batu bara maupun secara nasional.

Revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara 2026 tetap menjadi isu hangat batu bara di dalam negeri mengingat rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang mengisyaratkan memangkas produksi nasional menjadi 600 juta ton tahun ini dari tahun sebelumnya 790 juta ton karena ingin menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan serta menjaga stabilitas harga, mengingat Indonesia memaskok sekitar 43% batu bara global.

Pasar ingin melihat apakah rencana revisi tersebut masih akan diterapkan mengingat kenaikan harga batu bara dan potensi peningkatan permintaan pasca meletusnya perang antara AS-Israel dengan Iran sejak akhir bulan Februari. Berdasarkan laporan Keterbukaan Informasi sejauh hari ini, belum ada perusahaan-perusahaan terbuka yang terkait batu bara yang melaporkan bahwa mereka telah menerima RKAB untuk tahun 2026.

Grafik Harian Batu Bara ICE Newcastle

Batu Bara ICE Newcastle
Grafik harian Batu Bara ICE Newcastle

Pertanyaan Umum Seputar Gas Alam

Dinamika penawaran dan permintaan merupakan faktor utama yang memengaruhi harga Gas Alam, dan dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi global, aktivitas industri, pertumbuhan populasi, tingkat produksi, dan inventaris. Cuaca memengaruhi harga Gas Alam karena lebih banyak Gas digunakan selama musim dingin dan musim panas untuk pemanasan dan pendinginan. Persaingan dari sumber energi lain memengaruhi harga karena konsumen dapat beralih ke sumber yang lebih murah. Peristiwa geopolitik merupakan faktor yang dicontohkan oleh perang di Ukraina. Kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan ekstraksi, transportasi, dan masalah lingkungan juga memengaruhi harga.

Rilis ekonomi utama yang memengaruhi harga Gas Alam adalah buletin inventaris mingguan dari Badan Informasi Energi (EIA), sebuah badan pemerintah AS yang menghasilkan data pasar gas AS. Buletin Gas EIA biasanya terbit pada hari Kamis pukul 14:30 GMT (21:30 WIB), sehari setelah EIA menerbitkan buletin Minyak mingguannya. Data ekonomi dari konsumen besar Gas Alam dapat memengaruhi penawaran dan permintaan, yang terbesar di antaranya adalah Tiongkok, Jerman, dan Jepang. Gas Alam terutama dihargai dan diperdagangkan dalam Dolar AS, sehingga sejumlah rilis ekonomi yang memengaruhi Dolar AS juga menjadi faktor.

Dolar AS adalah mata uang cadangan dunia dan sebagian besar komoditas, termasuk Gas Alam, dihargai dan diperdagangkan di pasar internasional dalam Dolar AS. Dengan demikian, nilai Dolar AS merupakan faktor dalam harga Gas Alam, karena jika Dolar menguat, berarti lebih sedikit Dolar yang dibutuhkan untuk membeli volume Gas yang sama (harga turun), dan sebaliknya jika USD menguat.

USD: Risiko premi menjaga kenaikan tetap berlangsung – TD Securities

Para ahli strategi TD Securities berpendapat bahwa penguatan Dolar AS harus terus berlanjut selama premi risiko global tetap tinggi, meskipun pandangan jangka panjang mereka untuk 2026 tetap bearish
Đọc thêm Previous

WTI Stabil di Sekitar $88,00 karena Pembicaraan Perdamaian AS-Iran Mendapat Perhatian

Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) menguat setelah dua hari mengalami kerugian, diperdagangkan sekitar $88,00 per barel selama perdagangan sesi Eropa awal pada hari Rabu
Đọc thêm Next