Bank Indonesia akan Membuat Keputusan Suku Bunga Pekan ini

Bank Indonesia (BI) akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) yang berlangsung selama dua hari pada Rabu–Kamis pekan ini. Rapat tersebut diikuti oleh konfrensi pers dan keputusan suku bunga. Konsensus memprakirakan BI akan mempertahankan tiga suku bunga utamanya tidak berubah.

Pertemuan ini menyusul keputusan BI bulan sebelumnya untuk tidak mengubah BI-Rate di 4,75%, Suku Bunga Deposit Facility di 3,75%, dan Suku Bunga Lending Facility di 5,50%. Bank sentral mengklaim bahwa keputusan ini konsisten dengan fokus kebijakan untuk stabilisasi nilai Rupiah di tengah peningkatan ketidakpastian global.

Dalam konfrensi pers, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan, "BI akan terus menjaga stabilitas nilai rupiah dan mendorongnya agar menguat. Didukung oleh fundamental ekonomi yang baik, imbal hasil menarik, inflasi rendah, cadangan devisa memadai, serta prospek ekonomi yang membaik."

Bank tetap membuka peluang penurunan suku bunga di depan saat inflasi diprakirakan tetap rendah dan terkendali dalam kisaran target 2,5±1%. BI menurunkan suku bunga pertama dalam siklus ini adalah pada September 2024 dan terakhir pada September 2025 dari 6,25% menjadi 4,75%. Dengan demikian, bank telah mempertahankan suku bunga selama empat pertemuan berturut-turut setelah penurunan terakhirnya.

Ini juga merupakan RDG pertama Thomas A.M. Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia yang telah diambil sumpahnya pada 9 Februari 2026. Sebelumnya, Thomas memegang jabatan sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia.

Indikator Ekonomi

Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia

Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Feb 19, 2026 07.30

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: -

Sebelumnya: 4.75%

Sumber: Bank Indonesia

EUR: Permintaan Global yang Terbatas Membatasi Ambisi – Commerzbank

Thu Lan Nguyen dari Commerzbank menjelaskan bahwa ekspansi fasilitas EUREP ECB ke semua bank sentral non-Euro yang memenuhi syarat bertujuan untuk meningkatkan likuiditas Euro secara global dan mendukung peran internasional Euro
Baca lagi Previous

WPI Inflation India Januari Dicatat di 1.81% Mengungguli Prakiraan 1.25%

WPI Inflation India Januari Dicatat di 1.81% Mengungguli Prakiraan 1.25%
Baca lagi Next