Thailand: Kendala membentuk daya saing FDI – UOB
Penelitian UOB berargumen bahwa kemampuan Thailand untuk menangkap gelombang baru investasi asing langsung (FDI) tergantung kurang pada insentif pajak dan lebih pada penyelesaian hambatan struktural. Catatan tersebut menekankan bahwa daya listrik yang bersih dan dapat diandalkan, izin yang lebih cepat dan infrastruktur, serta kedalaman bakat lokal dan rantai pasokan sebagai kendala kritis, sambil juga mengingatkan risiko dari guncangan permintaan global dan kompetisi insentif yang agresif dari rekan-rekan ASEAN.
Daya, izin, dan orang sebagai hambatan kunci
"Daya listrik yang bersih dan dapat diandalkan, terutama untuk pusat data dan elektronik."
"Kecepatan dan kepastian izin, tanah, dan pembangunan infrastruktur."
"Orang dan kedalaman rantai pasokan (kemampuan lokal untuk menyerap gelombang)."
"Guncangan permintaan/global/geopolitik: di tengah meningkatnya ketegangan perdagangan, ketidakpastian kebijakan, dan perpecahan geopolitik, ini menunjukkan bahwa aliran FDI menjadi sangat sensitif terhadap guncangan kebijakan dan pertumbuhan global."
"Kompetisi insentif regional: rekan-rekan ASEAN menawarkan paket yang semakin agresif dan terarah—misalnya, untuk semikonduktor dan digital—meningkatkan hambatan bagi Thailand untuk membedakan diri di luar libur pajak, melalui pengiriman, keterampilan, dan ekosistem."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh seorang editor.)