Harga Emas India Hari ini: Emas Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Emas naik di India pada hari Selasa, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 14.989,78 Rupee India (INR) per gram, naik dibandingkan dengan INR 14.949,56 pada hari Senin.

Harga Emas meningkat menjadi INR 174.846,50 per tola dari INR 174.368,80 per tola sehari sebelumnya.

Satuan ukuran

Harga Emas dalam INR

1 Gram

14.989,78

10 Gram

149.908,40

Tola

174.846,50

Troy Ons

466.234,60

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan satuan ukuran. Harga hanya diperbarui setiap hari berdasarkan kurs yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Sebuah alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan artikel ini.)

Prakiraan Harga GBP/USD: Menguat di Atas 1,3650, RSI Jenuh Beli Memberi Sinyal Potensi Jeda

Pasangan mata uang GBP/USD melanjutkan rally ke dekat 1,3685, tertinggi sejak 17 September 2025, selama awal perdagangan sesi Eropa pada hari Selasa. Pound Sterling (GBP) sedikit menguat terhadap Dolar AS (USD) setelah data Penjualan Ritel dan Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Inggris yang lebih kuat dari prakiraan. Laporan-laporan positif ini telah mendorong beberapa analis untuk memprediksi kemungkinan penundaan dalam penurunan suku bunga lebih lanjut oleh Bank of England (BoE). 
了解更多 Previous

USD/INR Tetap Kuat Meskipun Ada Potensi Perjanjian Perdagangan Bebas India–UE

Pasangan mata uang USD/INR melanjutkan rentetan kemenangannya yang dimulai pada 15 Januari, mempertahankan posisinya di dekat level tertinggi sepanjang masa 91,96, yang dicapai pada 23 Januari. Rupee India (INR) dapat tetap berada di bawah tekanan terhadap Dolar AS (USD) saat para pedagang tetap berhati-hati menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed) pada hari Rabu. Meskipun suku bunga diprakirakan tidak berubah, pasar akan memeriksa pernyataan The Fed dan konferensi pers Ketua Jerome Powell un
了解更多 Next