Harga Emas India Hari ini: Emas Naik, Menurut Data FXStreet

Harga Emas naik di India pada hari Rabu, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 12.235,06 Rupee India (INR) per gram, naik dibandingkan dengan INR 12.197,75 yang dibayarkan pada hari Selasa.

Harga Emas meningkat menjadi INR 142.707,40 per tola dari INR 142.272,10 per tola sehari sebelumnya.

Unit measure

Harga Emas dalam INR

1 Gram

12.235,06

10 Gram

122.350,60

Tola

142.707,40

Troy Ounce

380.553,30

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tarif pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Sebuah alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan pos ini.)

Rupiah Stabil saat OECD Isyaratkan Perlambatan Global, Tunggu ADP, PMI Jasa ISM AS lalu FOMC

Rupiah pada Rabu di sesi Asia cenderung berada dalam fase stabil, dengan pasangan mata uang USD/IDR diperdagangkan di sekitar 16.625,5, naik tipis dari penutupan sebelumnya di 16.591,7.
Mehr darüber lesen Previous

Prakiraan Harga EUR/USD: Melanjutkan Rally ke Dekat 1,1650 seiring Momentum Bullish Bertahan di Atas 100-EMA

Pasangan mata uang EUR/USD melanjutkan kenaikannya ke sekitar 1,1635 selama perdagangan sesi Asia pada hari Rabu. Sinyal bahwa Bank Sentral Eropa (ECB) telah selesai memangkas suku bunga memberikan dukungan bagi Euro (EUR) terhadap Dolar AS (USD)
Mehr darüber lesen Next