Harga Emas India Hari ini: Emas Turun, Menurut Data FXStreet

Harga Emas turun di India pada hari Jumat, menurut data yang dikompilasi oleh FXStreet.

Harga Emas berada di 11.577,48 Rupee India (INR) per gram, turun dibandingkan dengan INR 11.630,14 yang dikenakan pada hari Kamis.

Harga Emas menurun menjadi INR 135.052,90 per tola dari INR 135.651,70 per tola sehari sebelumnya.

Unit measure Harga Emas dalam INR
1 Gram 11.577,48
10 Grams 115.780,80
Tola 135.052,90
Troy Ounce 360.102,70

 

Intisari Penggerak Pasar Harian: Emas turun menjelang data inflasi AS yang penting, perundingan perdagangan AS-Tiongkok

  • Perundingan perdagangan tingkat tinggi antara AS dan Tiongkok dijadwalkan akan dimulai di Malaysia pada hari Jumat. Wakil Perdana Menteri Tiongkok He Lifeng akan berpartisipasi dalam pertemuan tersebut, serta Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan Perwakilan Perdagangan Jamieson Greer.  

  • Presiden AS Donald Trump dan Presiden Tiongkok Xi Jinping akan bertemu pada hari Kamis depan di sela-sela KTT Kerjasama Ekonomi Asia-Pasifik. 

  • Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan rencana untuk membatasi berbagai ekspor berbasis perangkat lunak ke Tiongkok sebagai balasan terhadap putaran terbaru pembatasan ekspor tanah jarang Beijing, lapor Reuters pada Rabu malam. 

  • Pemerintah AS mengalami penutupan pada hari Jumat yang telah memasuki hari ke-24, menjadi jeda pendanaan federal terpanjang kedua yang pernah ada, tanpa akhir yang terlihat. RUU sementara yang didukung GOP gagal disahkan di Senat untuk ke-12 kalinya pada hari Rabu. Suara 54-46 jatuh sebagian besar berdasarkan garis partai.

  • Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu memberlakukan sanksi terkait Ukraina terhadap Rusia untuk pertama kalinya dalam masa jabatan keduanya, menargetkan perusahaan minyak Lukoil dan Rosneft.

  • Federal Reserve (Fed) kemungkinan akan menurunkan suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin (bp) minggu depan dan lagi pada pertemuan kebijakan bulan Desember, menurut jajak pendapat Reuters.

  • Alat CME FedWatch menunjukkan peluang 97% untuk penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp).

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan tarif pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

 

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan pos ini.)

Kapan Penjualan Ritel Inggris dan Bagaimana Pengaruhnya terhadap GBP/USD?

Agenda Inggris (UK) memiliki data Penjualan Ritel untuk September yang akan dirilis oleh Kantor Statistik Nasional (ONS) pada hari Jumat, nanti sesi ini pada pukul 06:00 GMT
Mehr darüber lesen Previous

USD/CHF konsolidasi di sekitar 0,7960 menjelang data inflasi AS

Pasangan mata uang USD/CHF diperdagangkan dalam kisaran sempit di sekitar 0,7960 selama sesi perdagangan Asia akhir pada hari Jumat. Pasangan Franc Swiss konsolidasi saat Dolar AS (USD) bergerak dalam kisaran menjelang rilis data Indeks Harga Konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS) yang tertunda.
Mehr darüber lesen Next