USD/IDR Melonjak Mendekati 16,40 karena BI Secara Tak Terduga Menurunkan Suku Bunga, Kebijakan The Fed Dipantau
- USD/IDR naik tajam mendekati 16,40 setelah BI secara mengejutkan menurunkan suku bunga.
- BI menurunkan suku bunga repo menjadi 4,75% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.
- Para investor menunggu pengumuman kebijakan moneter Fed pada pukul 18:00 GMT.
Pasangan USD/IDR naik mendekati 16,40 selama sesi perdagangan Eropa pada hari Rabu. Pasangan ini menarik tawaran signifikan karena Bank Indonesia (BI) secara mengejutkan memangkas suku bunga acuan reverse repo 7-hari sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%. Ini adalah pemotongan suku bunga keenam yang diumumkan oleh BI dalam siklus ekspansi moneter saat ini, yang dimulai pada bulan September 2024.
BI telah secara tak terduga menurunkan suku bunga untuk merangsang pertumbuhan ekonomi. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan bahwa bank sentral akan tetap membuka kemungkinan untuk pelonggaran kebijakan moneter lebih lanjut guna mendorong pertumbuhan domestik.
Sementara itu, Dolar AS (USD) diperdagangkan dengan hati-hati menjelang pengumuman kebijakan moneter Federal Reserve (Fed) pada pukul 18:00 GMT. Para trader semakin yakin bahwa Fed akan memulai kampanye pelonggaran moneter, yang sempat dihentikan awal tahun ini.
Pada saat berita ini ditulis, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, tampak rentan mendekati level terendah dua bulan sekitar 96,60.
Menurut alat CME FedWatch, para trader melihat peluang 96% bahwa Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bp) menjadi 4,00%-4,25%, sementara sisanya mendukung pengurangan yang lebih besar sebesar 50 bp.
Karena Fed hampir dipastikan akan menurunkan suku bunga, para investor akan fokus pada dot plot dan Ringkasan Proyeksi Ekonomi (SEP) dari Fed.
Indikator Ekonomi
Tingkat Suku Bunga Bank Indonesia
Keputusan Tingkat Suku Bunga diumumkan oleh Bank Indonesia. Kebijakan Moneter mengacu pada tindakan yang dilakukan oleh otoritas moneter suatu negara, bank sentral atau pemerintah untuk mencapai tujuan tertentu dalam ekonomi nasional. Hal ini didasarkan pada hubungan antara suku bunga di mana uang dapat dipinjam dan pasokan total uang.
Baca lebih lanjutRilis terakhir: Rab Sep 17, 2025 07.35
Frekuensi: Tidak teratur
Aktual: 4.75%
Konsensus: 5%
Sebelumnya: 5%
Sumber: Bank Indonesia