Rupiah Terkoreksi Tipis, Pasar Menakar Arah Suku Bunga dan Geopolitik Jelang JOLTS AS

  • Rupiah dibuka melemah tipis ke Rp16.451 per dolar AS; depresiasi tahunan mencapai 6,42%.
  • DXY menguat 2 hari beruntun, namun ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed tetap tinggi.
  • Pasar akan mencermati data lowongan pekerjaan JOLTS Juli malam ini.

Nilai tukar rupiah Indonesia (IDR) terhadap dolar AS (USD) bergerak melemah tipis 0,01% ke level Rp16.451 per USD pada awal perdagangan Rabu. Meski koreksi harian terbilang kecil, secara tahunan rupiah masih mencatat depresiasi cukup tajam sebesar 6,42%. Pergerakan ini mencerminkan tekanan berkelanjutan terhadap mata uang domestik di tengah dinamika global dan domestik yang belum stabil, termasuk isu suku bunga tinggi di AS dan ketidakpastian geopolitik kawasan.

Secara teknis, pergerakan USD/IDR menunjukkan kecenderungan mendatar usai rally dalam sepekan terakhir. Jika diamati dari empat candle harian terakhir, pasangan mata uang ini mengalami koreksi ringan setelah menyentuh level tertinggi di 16.543 – hampir mendekati puncak yang tercapai pada awal Agustus. Arah selanjutnya akan sangat bergantung pada sinyal makro dari AS dan respons pasar terhadap dinamika suku bunga serta ketegangan geopolitik global.

Di sisi lain, Indeks Dolar AS (DXY) menguat tipis 0,12% ke 98,43, mencatat dua hari kenaikan setelah rebound dari support 98,00. Namun, penguatan ini mungkin akan tertahan karena ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dalam waktu dekat terus menekan prospek dolar. Menurut FedWatch CME, pasar saat ini memprakirakan peluang sebesar 91,7% bahwa The Fed akan menurunkan suku bunga sebesar 25 bp pada pertemuan bulan ini.

PMI Manufaktur ISM AS Masih Kontraksi, tapi Pesanan Baru Catat Ekspansi Pertama dalam 7 Bulan

Sinyal tersebut diperkuat oleh data PMI Manufaktur ISM AS yang masih berada di zona kontraksi. Indeks utama naik ke 48,7 pada Agustus dari 48 sebelumnya, di bawah ekspektasi 49. Komponen penting lainnya juga masih menunjukkan tekanan: indeks ketenagakerjaan melemah ke 43,8, produksi turun ke 47,8, dan harga yang dibayar sedikit melandai ke 63,7. Namun, pesanan baru melonjak ke 51,4 – menandai ekspansi pertama dalam tujuh bulan terakhir. Ketua Komite ISM, Susan Spence, mencatat bahwa "aktivitas manufaktur AS menyusut lebih lambat di bulan Agustus, terutama didorong pertumbuhan pesanan baru", meskipun 69% dari PDB sektor manufaktur masih berada dalam wilayah kontraksi.

Trump Sorot Rusia, Tarif, dan Keamanan Domestik: Sentimen Pasar Makin Rentan

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump menarik perhatian dengan berbagai pengumuman strategis, mulai dari pemindahan Komando Angkatan Luar Angkasa ke Huntsville, Alabama, hingga kritik terhadap Rusia yang mengabaikan tenggat gencatan senjata. Ia juga menegaskan akan membawa banding tarif ke Mahkamah Agung dan mengecam tarif tinggi dari Tiongkok, India, serta Brasil.

Di dalam negeri, Trump merespons kondisi keamanan di Chicago dan Baltimore dengan rencana pengerahan Garda Nasional, serta membahas isu-isu seperti kerja sama dengan Kanada, penyelundupan dari Venezuela, dan penempatan marinir di Los Angeles. Rentetan isu geopolitik dan kebijakan ini menambah lapisan ketidakpastian pasar, memperkuat sensitivitas terhadap katalis ekonomi dan arah suku bunga AS.

Pasar Menanti Data JOLTS, Pesanan Pabrik, dan Pidato Pejabat The Fed Malam Ini

Selanjutnya, para pelaku pasar akan mencermati serangkaian agenda ekonomi penting dari Amerika Serikat yang dijadwalkan rilis malam ini waktu Indonesia, Rabu, termasuk data lowongan pekerjaan JOLTS Juli yang diproyeksikan sedikit turun menjadi 7,4 juta dari sebelumnya 7,437 juta, serta data pesanan pabrik yang diprakirakan menyusut 1,4% secara bulanan. Selain itu, pidato dari dua pejabat The Fed – Musalem dan Kashkari – serta publikasi Beige Book oleh Federal Reserve juga berpotensi memberi petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS ke depan, khususnya menjelang pertemuan FOMC September.

Jika data AS melemah dan The Fed bersikap dovish, rupiah berpeluang menguat dalam jangka pendek. Namun, jika The Fed tetap hati-hati dan menunda pemangkasan suku bunga, rupiah berisiko kembali tertekan oleh penguatan dolar.


Indikator Ekonomi

Lowongan Pekerjaan JOLTS

Lowongan Pekerjaan JOLTS adalah survei yang dilakukan oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS untuk membantu mengukur lowongan pekerjaan. Mengumpulkan data dari sejumlah pengusaha termasuk pengecer, produsen dan kantor-kantor yang berbeda setiap bulan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Sep 03, 2025 14.00

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 7.4Jt

Sebelumnya: 7.437Jt

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Caixin Services PMI Cina Agustus Keluar sebesar 53 Mengungguli Prakiraan 52.5

Caixin Services PMI Cina Agustus Keluar sebesar 53 Mengungguli Prakiraan 52.5
Mehr darüber lesen Previous

Dolar Australia Tetap Diam Setelah PDB Kuartal 2 yang Lebih Kuat, PMI Jasa Tiongkok

Dolar Australia (AUD) bergerak sedikit terhadap Dolar AS (USD) pada hari Rabu setelah mencatatkan kenaikan 0,5% di sesi sebelumnya. Pasangan mata uang AUD/USD tetap lesu setelah Produk Domestik Bruto (PDB) Q2 Australia dan Indeks Manajer Pembelian (PMI) Jasa Caixin.
Mehr darüber lesen Next