Emas Antam Stabil di Rp1.927.000, ANTM Naik Tipis, Harga Global Dekati Resistance di Tengah Koreksi Dolar AS

  • Harga emas Antam bertahan di Rp1.927.000 per gram, premium ±Rp160 ribu di atas harga global.
  • Harga emas global menguat tipis ke US$3.366 per ons troy, ditopang ketidakpastian global.
  • Saham ANTM naik 0,3% ke Rp2.980, bergerak dalam rentang Rp2.950-Rp3.000.

Harga emas Antam pada perdagangan Senin tercatat stabil di Rp1.927.000 per gram, mempertahankan posisinya di level tinggi domestik. Permintaan emas batangan di pasar ritel cenderung bertahan, sejalan dengan tren global di mana ketidakpastian ekonomi masih menjadi alasan utama investor mempertahankan aset safe haven. Di sisi lain, sebagian investor ritel tampaknya menunggu koreksi harga global sebelum menambah posisi, mengingat harga domestik sudah berada di area premium sekitar Rp160 ribu per gram atau 9% di atas harga acuan global.

Sementara itu, saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), yang kinerjanya sering berkorelasi dengan pergerakan harga emas, mencatat kenaikan tipis 0,3% pada sesi terakhir ke Rp2.980 per saham. Saham ini sempat dibuka di Rp2.990, menyentuh level tertinggi di Rp3.000, dan bergerak ke level terendah Rp2.950 sebelum ditutup menguat tipis. Kenaikan terbatas ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang masih tertahan oleh penguatan Dolar AS.

Di pasar internasional, harga emas global menguat tipis ke kisaran US$3.366 per ons troy, meskipun ruang penguatan masih terbatas. Indeks Dolar AS (DXY) terkoreksi tipis ke 98,31 pada awal pekan, menjauh dari puncak Kamis lalu di 98,95. Pergerakan ini mengindikasikan investor mulai mengurangi eksposur pada dolar setelah penguatan dalam beberapa sesi sebelumnya, meskipun levelnya masih berada di kisaran atas pergerakan bulanan. Sentimen positif bagi dolar datang dari Penjualan Ritel AS yang naik 0,6% secara bulanan pada Juni, jauh melampaui ekspektasi 0,1% dan membaik signifikan dibanding -0,9% pada Mei. Data ini memperkuat pandangan bahwa konsumsi domestik AS tetap tangguh, sementara beberapa pejabat The Fed menahan sinyal pemangkasan suku bunga agresif.

Gabungan sentimen global dan domestik membuat ruang gerak emas tetap terbatas. Bagi pasar domestik, pergerakan rupiah yang bertahan di sekitar Rp16.330 per dolar AS juga menjadi salah satu penopang harga emas Antam yang tetap tinggi. Investor ritel diprakirakan akan mempertimbangkan peluang pembelian bertahap, terutama jika harga emas global berhasil menembus resistance penting dalam beberapa sesi ke depan.

Prospek Teknis Emas Global

Grafik Harian Emas (XAU/USD)

Grafik Harian Emas (XAU/USD)

Secara teknis, harga emas global menguat tipis 0,51% ke kisaran US$3.366 per ons troy. Grafik menunjukkan tren konsolidasi yang perlahan mengarah ke atas, dengan resistance terdekat di US$3.377 dan resistance utama di US$3.435. Support terdekat berada di US$3.311, disusul area kuat di US$3.247.

Indikator Relative Strength Index (RSI) mendekati 55, mencerminkan momentum kenaikan yang mulai terbentuk, meskipun masih moderat dan rentan terkoreksi jika Dolar kembali menguat agresif.

Prakiraan Harga USD/CHF: Prospek Bearish Tetap Berlaku Dekat 0,8000

Pasangan mata uang USD/CHF bergerak turun ke sekitar 0,8010 selama awal sesi Eropa pada hari Senin. Kekhawatiran terhadap dampak ekonomi dari tarif AS yang lebih tinggi membuat para investor waspada dan mengangkat Franc Swiss (CHF), mata uang safe-haven tradisional
Read more Previous

EUR/GBP Melemah Mendekati 0,8650 di Tengah Ketegangan Tarif

Pasangan mata uang EUR/GBP kehilangan momentum ke sekitar 0,8660 selama awal sesi Eropa pada hari Senin. Euro (EUR) melemah terhadap Pound Sterling (GBP) akibat ketegangan perdagangan yang kembali muncul antara Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa (UE) menjelang tenggat waktu tarif pada 1 Agustus
Read more Next