Harga Emas India Hari Ini: Emas Jatuh, Menurut Data FXStreet

Harga emas turun di India pada hari Kamis, menurut data yang dikumpulkan oleh FXStreet.

Harga emas berada di 7.151,93 Rupee India (INR) per gram, turun dibandingkan dengan 7.161,73 Rupee India (INR) pada hari Rabu.

Harga Emas turun menjadi INR 83.416,17 per tola dari INR 83.533,05 per tola sehari sebelumnya.

Ukuran satuan Harga Emas dalam INR
1 Gram 7.151,93
10 Gram 71.509,80
Tola 83.416,17
Troy Ons 222.451,80

FXStreet menghitung harga Emas di India dengan mengadaptasi harga internasional (USD/INR) ke mata uang lokal dan unit pengukuran. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan harga pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan harga lokal dapat sedikit berbeda.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam membuat postingan ini)

GBP/USD Melemah Mendekati 1,2650 karena Laporan Inflasi AS Terbaru Membuat The Fed tetap Waspada

GBP/USD menahan penurunan karena Dolar AS (USD) menguat karena laporan inflasi AS terbaru mengindikasikan pertumbuhan yang kuat dalam belanja konsumen untuk bulan Oktober, namun juga menyoroti stagnasi dalam kemajuan menuju penurunan inflasi, membuat The Fed tetap waspada. Pasangan mata uang GBP/USD melemah mendekati 1,2660 selama jam perdagangan Asia pada hari Kamis. Pasar AS mungkin akan mengalami aktivitas perdagangan yang tipis karena libur Thanksgiving pada hari Kamis, yang akan diikuti oleh jam perdag
Baca lagi Previous

Pembeli Rupiah Indonesia Berusaha Membawa Harga ke Bawah 15.900 Melawan Dolar AS

Dengan dimulainya hari Kamis ini setelah hari libur sehubungan dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Indonesia kemarin, pasangan mata uang USD/IDR dibuka di level 15.863 dan diperdagangkan lebih lemah di sekitar level tersebut, menempel pada Simple Moving Average (SMA) 200 periode seperti yang terlihat pada grafik harian.
Baca lagi Next