BBTN 1.295 Menjauhi Tertinggi Hari di Tengah Data Perumahan Indonesia
- BBTN mematahkan upaya pemulihan yang terjadi pada hari kemarin.
- Skema pembiayaan KPR memiliki pangsa 75,80% dari total pembiayaan.
- Saham ini masih mempertahankan bias bearish karena berada di bawah SMA 200-hari.
Saham PT Bank Tabungan Negara Tbk. (BBTN) diperdagangkan di 1.295 pada saat penulisan. BBTN dibuka di 1.305 yang juga merupakan tertinggi hari. Saham ini turun ke terendah hari 1.275 di jam-jam pertama perdagangan. Kinerja saham ini tampaknya mematahkan upaya pemulihan yang terjadi pada hari kemarin yang mencapai tertinggi 1.335. Dan kinerja negatif ringan saham ini terjadi di tengah hasil data perumahan Indonesia yang beragam.
Indeks Harga Properti Residensial (IHPR) kuartal ketiga 2024 tumbuh 1,46% pada basis tahunan dibandingkan 1,76% pada kuartal kedua 2024. Penjualan properti residensial di pasar primer turun 7,14% pada basis tahunan. Untuk pembiayaan sisi konsumen, skema pembiayaan Kredit Kepemilihan Rumah (KPR) memiliki pangsa 75,80% dari total pembiayaan, menurut hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR) Bank Indonesia.
Data di atas penting untuk menilai prospek saham-saham yang terkait dengan sektor perumahan, salah satunya saham PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) yang memiliki pangsa pasar 39% untuk total Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan 83% untuk KPR Bersubsidi.
Dari sisi teknis, BBTN masih mempertahankan bias bearish karena saham ini berada di bawah Simple Moving Average (SMA) 200-hari yang saat ini berada di 1.360. Namun demikian, SMA 200-hari cenderung datar karena BBTN bergerak mondar-mandir di sekitar SMA ini sejak awal tahun, sehingga dari sisi jangka lebih panjang, trennya masih belum jelas.
Dalam kasus BBTN terus turun, saham ini akan menemukan support di 1.240 (terendah 21 November 2024), 1.175 (terendah 2024 yang diraih pada 19 Juni), dan 1.150 (terendah 16 Maret 2023). Sedangkan untuk sisi atas, BBTN memiliki resistance di 1.335 (tertinggi 25 November 2024), 1.360 (SMA 200-hari), dan 1.455 (tertinggi 31 Oktober 2024).
