AUD/JPY Menarik Pembeli di Atas 102,00 karena Neraca Perdagangan Tiongkok Tumbuh Lebih dari yang Diharapkan
- AUD/JPY melonjak ke kisaran 102,05 di sesi Asia hari Kamis, naik 0,49% pada hari ini.
- Sentimen risk-on, ketidakpastian kenaikan suku bunga BoJ membebani Yen Jepang.
- Data ekonomi Tiongkok yang menggembirakan mendukung Dolar Australia yang merupakan proksi Tiongkok.
Pasangan mata uang AUD/JPY melanjutkan kenaikannya mendekati 102,05 pada hari Kamis selama jam perdagangan Asia. Sentimen risk-on dan ketidakpastian seputar kenaikan suku bunga Bank of Japan (BoJ) mengakibatkan tekanan jual pada Yen Jepang (JPY).
Kemenangan Donald Trump dari Partai Republik dalam pemilihan presiden AS menyeret JPY lebih rendah. Selain itu, notulen yang dirilis oleh BoJ pada hari Rabu menunjukkan bahwa bank sentral Jepang tidak akan menaikkan kebijakan suku bunganya dalam kondisi ketidakstabilan pasar keuangan dan pasar modal.
"Pada fase saat ini, BoJ harus dengan sabar mempertahankan kondisi keuangan yang akomodatif saat ini untuk mendukung aktivitas ekonomi," ujar anggota Dewan Kebijakan lainnya. Ketidakpastian kenaikan suku bunga BoJ kemungkinan akan melemahkan JPY dalam waktu dekat.
Meskipun demikian, penurunan JPY mungkin akan dibatasi setelah intervensi verbal dari pihak berwenang Jepang. Diplomat mata uang utama Jepang, Atsushi Mimura, mengatakan pada hari Kamis bahwa pihak berwenang siap untuk bertindak terhadap pergerakan mata uang yang "berlebihan".
Di sisi lain, Neraca Perdagangan Tiongkok tumbuh lebih dari yang diharapkan di bulan Oktober karena Ekspor meningkat, mendorong Dolar Australia (AUD) yang merupakan mata uang proksi Tiongkok. Neraca Perdagangan tumbuh menjadi $95,27 miliar di bulan Oktober dibandingkan $81,71 miliar sebelumnya, lebih tinggi dari ekspektasi $75,1 miliar. Sementara itu, Ekspor naik 12,7% YoY di bulan Oktober, dibandingkan dengan 2,4% pada pembacaan sebelumnya. Angka tersebut berada di atas konsensus pasar sebesar 5,0%.