Rupiah Terus Tertekan Hingga ke 15.500-an, Bisa Uji Level 15.600 Jelang NFP AS

  • Dolar AS masih terus mengungguli Rupiah Indonesia, kini USD/IDR telah mencapai 15.500-an.
  • IMP Jasa ISM AS di bulan September tercatat optimis, membantu USD menguat lebih jauh.
  • Nonfarm Payrolls AS bulan September akan dicermati malam ini, pasar mengharapkan penurunan ke 140.000.

USD/IDR terus merambah lebih tinggi hingga ke 15.503 menjelang akhir perdagangan sesi Asia. Prospek teknis menunjukkan pasangan mata uang ini berpotensi menguji level resistance di 15.600 yang bertepatan dengan Simple Moving Average (SMA) 50 periode pada grafik harian. Rupiah Indonesia (IDR) telah melemah sebesar 2,62% terhadap Dolar AS (USD) sejak akhir September lalu.

Selain melemah terhadap Dolar AS, Rupiah juga melemah terhadap mata uang Singapura, Jepang dan Tiongkok, yang masing-masing menunjukkan penurunan sebesar 0,056%, 0,47% dan 0,03%. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga masih menunjukkan pelemahan ke 7.500 siang ini, selain karena adanya aksi ambil untung, penurunan ini juga karena pengaruh banjirnya stimulus Tiongkok yang dilakukan pemerintah negara ini untuk mendongkrak perekonomiannya, yang memicu sentimen negatif dalam jangka pendek.

Semalam, Dolar AS mendapatkan dorongan dari data Indeks Manajer Pembelian Jasa ISM AS yang optimis. Data ini meningkat ke 54,9 di bulan September dari 51,5 di bulan Agustus, melampaui estimasi pasar 51,7.

Sementara itu, Klaim Tunjangan Pengangguran Awal di AS pada pekan yang berakhir tanggal 27 September naik ke 225.000, lebih besar dari jumlah sebelumnya di 219.000 (direvisi dari 218.000) dan lebih buruk dari ekspektasi pasar yang mengharapkan jumlah sebesar 220.000.

Nanti malam para pedagang akan memantau data Nonfarm Payrolls (NFP) AS untuk bulan september yang dapat menggerakkan Dolar AS lebih lanjut. Menurut Yohay Elam, Analis Senior FXStreet, dalam analisisnya, jika data NFP sesuai dengan prakiraan di kisaran 130.000-150.000, maka Dolar AS akan menguat lebih jauh, hal ini berpotensi menekan mata uang Garuda. Namun, IDR berpotensi menguat jika data NFP berada di kisaran 100.000-130.000, karena USD bisa berada dalam kondisi bearish.

Indikator Ekonomi

Nonfarm Payroll (NFP)

Rilis Nonfarm Payrolls menyajikan jumlah pekerjaan baru yang diciptakan di AS selama bulan sebelumnya di semua bisnis non pertanian; dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS). Perubahan bulanan dalam payrolls bisa sangat fluktuatif. Angka tersebut juga tunduk pada tinjauan yang kuat, yang juga dapat memicu volatilitas di bursa Forex. Secara umum, pembacaan yang tinggi dipandang sebagai bullish bagi Dolar AS (USD), sementara pembacaan yang rendah dipandang sebagai bearish, meskipun tinjauan bulan sebelumnya dan Tingkat Pengangguran sama relevannya dengan angka utama. Oleh karena itu, reaksi pasar bergantung pada bagaimana pasar menilai semua data yang terkandung dalam laporan BLS secara keseluruhan.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Jum Okt 04, 2024 12:30 GMT (19:30 WIB)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 140Rb

Sebelumnya: 142Rb

Sumber: US Bureau of Labor Statistics

Laporan pekerjaan bulanan Amerika dianggap sebagai indikator ekonomi paling penting bagi pedagang valas. Dirilis pada hari Jumat pertama setelah bulan yang dilaporkan, perubahan jumlah posisi berkorelasi erat dengan kinerja ekonomi secara keseluruhan dan dipantau oleh pembuat kebijakan. Pekerjaan penuh adalah salah satu mandat Federal Reserve dan mempertimbangkan perkembangan di pasar tenaga kerja saat menetapkan kebijakannya, sehingga berdampak pada mata uang. Meskipun beberapa indikator utama membentuk perkiraan, Nonfarm Payrolls cenderung mengejutkan pasar dan memicu volatilitas yang substansial. Angka aktual yang mengalahkan konsensus cenderung membuat USD bullish.


 

IMP Jasa HSBC India September Keluar Sebesar 57.7, Di Bawah Harapan (58.9)

IMP Jasa HSBC India September Keluar Sebesar 57.7, Di Bawah Harapan (58.9)
Mehr darüber lesen Previous

GBP/USD Diperdagangkan Datar di Atas 1,3100 karena Para Pedagang Bersiap untuk Data NFP AS

Pasangan mata uang GBP/USD berjuang untuk menguat di dekat 1,3125 selama sesi Asia pada hari Jumat. Para pedagang lebih memilih untuk absen data ketenagakerjaan AS, termasuk Nonfarm Payrolls (NFP), Tingkat Pengangguran, dan Pendapatan Rata-Rata Per Jam, yang akan dirilis pada hari Jumat.
Mehr darüber lesen Next