USD/IDR Melayang di Atas 15.450 saat Terjadi Demo di Jakarta Hari ini
- USD/IDR terdorong ke sisi atas level support 15.450 setelah The Fed pertahankan suku bunganya.
- Para pejabat The Fed cenderung mendukung pemangkasan suku bunga di bulan September.
- Partai Buruh menggelar aksi demo darurat Indonesia hari ini di Gedung DPR Jakarta.
Pasangan mata uang USD/IDR melayang di atas level support 15.450 di sesi perdagangan Asia, yang memantul ke sisi atas setelah menyentuh terendah bulan Agustus di 15.357, sehingga menekan Rupiah Indonesia (IDR) yang melemah sebesar 0,25% sejauh ini di 15.525.
Kemarin, Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan suku bunganya sesuai estimasi di 6,25%. Suku bunga Deposit Facility dipertahankan sebesar 5,50%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 7,00%. Keputusan ini dilakukan guna memastikan inflasi tetap berada di kisaran target 2,5±1% pada 2024 dan 2025 dan menstabilkan nilai tukar Rupiah.
Hari ini, Partai Buruh yang menggugat putusan Nomor 60/PUU-XXII/2024 menggelar demonstrasi yang merupakan bagian dari peringatan darurat Indonesia untuk mengawal dan menuntut DPR tak mengubah putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tersebut terkait soal syarat pencalonan kepala daerah di UU Pilkada. Pada aturan sebelumnya, partai atau gabungan partai harus memenuhi syarat 20 persen kursi DPRD atau 25 persen suara pemilu sebelumnya. Pada aturan baru, ambang batas ini berkisar di rentang 6,5 persen hingga 10 persen, menyesuaikan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) masing-masing daerah. Demo akan dilanjutkan di depan Kantor KPU pada esok hari atau pada hari Jumat, untuk menuntut lembaga penyelenggara pemilu ini segera mengeluarkan PKPU sebagai tindak lanjut atas putusan MK tersebut.
Selain itu, putusan MK nomor 70/PUU-XXII/2024 diketahui telah diubah dengan menurunkan ambang batas pencalonan peserta Pilkada oleh partai politik dan membuat syarat usia minimal 30 tahun saat penetapan calon. Sementara, MA lewat putusannya menyatakan batasan usia tersebut terhitung sejak pelantikan pasangan calon terpilih, bukan saat penetapan calon. Badan legislatif DPR lebih memilih untuk menggunakan putusan MA daripada putusan MK. Gejolak politik ini dapat memengaruhi dan menekan Rupiah dalam jangka pendek.
Sementara di Amerika Serikat, Risalah Rapat Federal Reserve (The Fed) yang diumumkan pada dini hari tadi, memperlihatkan bahwa para pejabat The Fed cenderung mendukung pemangkasan suku bunga di bulan September, beberapa anggota juga bahkan bersedia segera memangkas biaya pinjaman. Beberapa anggota berpendapat, mempertahankan tingkat suku bunga saat ini akan semakin menghambat aktivitas perekonomian mengingat tekanan inflasi yang terus menurun. Namun, ukuran pemangkasan ini masih menjadi perdebatan di pasar keuangan.
Jika The Fed memangkas sebesar 50 basis poin (bp), USD akan terus tertekan, namun jika bank sentral ini memangkas sebesar 25 bp, akan ada sedikit pergerakan dalam perdagangan harian, tapi tidak akan menjadi pengubah permainan. Indeks Dolar AS diperdagangkan di 101,22, di atas level terendah Agustus yang tercatat di 100,92. Penembusan di bawah level 100 akan mengkonfirmasi tren bearish jangka panjang. Pemulihan dapat terjadi jika DXY menembus di atas 102 yang berpotensi menguji 103,15, seperti yang dilaporkan oleh Kepala Analis FXStreet, Valeria Bednarik.
Fokus pasar kemudian akan tertuju pada penampilan Ketua The Fed Powell di Jackson Hole pada hari Jumat. Menurut Tim Riset Saxo Bank, Powell kemungkinan akan fokus pada efektivitas kebijakan moneter saat ini, terutama terkait mandat ganda The Fed untuk menjaga harga stabil dan lapangan kerja maksimum. Meski Powell mungkin akan mengakui kebijakan moneter saat ini cukup ketat di tengah penurunan inflasi dan mendinginnya pasar tenaga kerja, namun ia tidak akan segera memangkas sebesar 50 bp karena dikhawatirkan perekonomian akan terganggu.
Laporan lapangan pekerjaan bulan Agustus dan IHK yang masing-masing akan dirilis pada tanggal 6 dan 11 September masih akan menjadi indikator kunci untuk langkah The Fed selanjutnya.