USD/IDR Terjerembab Lebih Jauh, Rupiah Melambung ke 16.230 setelah Ada Sinyal Pemangkasan dari The Fed

  • USD/IDR anjlok dan membuat Rupiah melambung hingga ke 16.230.
  • Perubahan Ketenagakerjaan ADP AS lebih lemah di 122 ribu, Powell sinyalkan pemangkasan suku bunga di bulan September.
  • IMP Manufaktur AS untuk bulan Juli hari ini akan dicermati sebelum NFP pada hari Jumat.

Pasangan USD/IDR sedang bergerak turun dengan kuat, saat ini tengah diperdagangkan di 16.230. Harga pasangan mata uang ini terlihat membentuk pola double top pada grafik empat jam dan harian yang biasanya merupakan pola pembalikan bearish. Tren turun bisa berlanjut jika pasangan mata uang ini berhasil ditutup di bawah 16.250. Rupiah Indonesia (IDR) berpotensi menguji level support di 16.200 dalam perdagangan hari ini.

Dolar AS yang diukur dengan indeks DXY diperdagangkan di bawah 104, yang sejauh ini telah bergerak melemah di sekitar 103,95 setelah data ADP yang lebih lemah serta sinyal pemangkasan suku bunga The Fed yang diungkapkan oleh Ketua The Fed, Jerome Powell dalam konferensi persnya dini hari tadi. Pelemahan Dolar AS (USD) ini telah membuat Rupiah Indonesia (IDR) menguat lebih jauh.

Perubahan Ketenagakerjaan Automatic Data Processing (ADP) AS di bulan Juli menunjukkan bahwa sektor swasta menambahkan 122 ribu lapangan pekerjaan baru, meleset dari ekspektasi dan di bawah revisi 155 ribu yang diperoleh di bulan Juni.

Federal Reserve (The Fed) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan tetap pada kisaran 5,25% hingga 5,50% pada hari Rabu (Kamis, Waktu Indonesia Barat). Namun, Ketua The Fed, Jerome Powell, memberikan sinyal dalam konferensi pers tersebut bahwa jika data terus menunjukkan arah yang diinginkan oleh The Fed, pemangkasan pertama suku bunga dapat dilakukan paling cepat pada pertemuan suku bunga berikutnya di bulan September.

Selanjutnya malam ini, para pedagang akan memantau data IMP Manufaktur AS untuk bulan Juli, serta Klaim Tunjangan Pengangguran Awal mingguan untuk pekan yang berakhir pada tanggal 26 Juli menjelang data Nonfarm Payrolls (NFP) yang sangat penting pada hari Jumat pekan ini.

Indikator Ekonomi

IMP Manufaktur ISM

Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM), yang dirilis setiap bulan, merupakan indikator utama yang mengukur aktivitas bisnis di sektor manufaktur AS. Indikator tersebut diperoleh dari survei terhadap eksekutif pemasok manufaktur berdasarkan informasi yang mereka kumpulkan di organisasi masing-masing. Respons survei mencerminkan perubahan, jika ada, pada bulan ini dibandingkan bulan sebelumnya. Angka di atas 50 menunjukkan bahwa ekonomi manufaktur secara umum berkembang, yang merupakan tanda bullish bagi Dolar AS (USD). Angka di bawah 50 menandakan aktivitas pabrik secara umum menurun, yang dipandang sebagai bearish bagi USD.

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Kam Agu 01, 2024 14:00 GMT (21:00 WIB)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: 48,8

Sebelumnya: 48,5

Sumber: Institute for Supply Management

Indeks Manajer Pembelian (IMP) Manufaktur Institute for Supply Management (ISM) memberikan pandangan yang andal terhadap keadaan sektor manufaktur AS. Data di atas 50 menunjukkan bahwa aktivitas bisnis berkembang selama periode survei dan sebaliknya. IMP dianggap sebagai indikator utama dan dapat menandakan pergeseran siklus ekonomi. Hasil cetak yang lebih kuat dari perkiraan biasanya berdampak positif pada USD. Selain IMP utama, data Indeks Ketenagakerjaan dan Indeks Harga yang Dibayar diawasi dengan cermat karena keduanya menyoroti pasar tenaga kerja dan inflasi.

 

Yen Jepang Melanjutkan Rally ke Level Tertinggi Empat Bulan karena BoJ yang Hawkish

Yen Jepang (JPY) terus naik terhadap Dolar AS (USD) selama tiga sesi berturut-turut, mencapai level tertinggi empat bulan di 148,50 pada hari Kamis. Kenaikan ini terkait dengan pengumuman kebijakan hawkish yang tidak terduga dari Bank of Japan (BoJ).
Baca selengkapnya Previous

Inflation (MoM) Indonesia Juli Di Bawah Perkiraan 0.1%: Aktual (-0.18%)

Inflation (MoM) Indonesia Juli Di Bawah Perkiraan 0.1%: Aktual (-0.18%)
Baca selengkapnya Next