Rupiah Tertekan di 16.305, USD/IDR Stabil Dekat 16.300, Fokus pada Keputusan Suku Bunga Fed, Pernyataan Powell

  • USD/IDR bertahan di dekat level 16.300 karena para pedagang waspada pada hari ini.
  • Golden Visa yang diluncurkan pekan lalu, diharapkan mendongkrak Penanaman Modal Asing di Indonesia.
  • Pasar memantau Keputusan suku bunga The Fed dan pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell malam ini.

Pasangan USD/IDR tetap berada di dekat level 16.300, dengan saat ini diperdagangkan sekitar 16.305 di pertengahan perdagangan sesi Asia hari ini. Rupiah Indonesia (IDR) berpotensi bergerak di kisaran 16.350-16.300, penembusan di atas atau di bawah kisaran ini akan ditentukan sentimen setelah rilis risalah rapat FOMC AS malam nanti di sesi Amerika.

Dolar AS yang diukur dengan indeks DXY diperdagangkan di 104,36, para investor berhati-hati untuk saat ini menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve (The Fed). DXY masih bertahan di dalam kisaran antara 104,55-104,10.

Penanaman Modal Asing (PMA) atau Foreign direct investment (FDI) ke Indonesia non investasi di sektor perbankan serta minyak dan gas, yang dirilis pada hari Senin awal pekan ini, terlihat melonjak ke tingkat 16,6% dari tahun sebelumnya, mencapai rekor tertinggi Rp 217,3 triliun (USD 13,35 miliar) pada Kuartal 2 tahun 2024, setelah mencatat kenaikan sebesar 15,5% pada Kuartal 1. Kenaikan ini merupakan pertumbuhan tercepat dalam penanaman modal asing sejak Kuartal 1 tahun 2023.

Sementara itu, peristiwa yang terkait dengan PMA, peresmian program Golden Visa di Indonesia yang disahkan pada tanggal 30 Agustus 2023 adalah sebuah langkah yang diambil oleh pemerintah Indonesia untuk menarik investasi asing dan talenta berkualitas ke Indonesia. Program ini telah diluncurkan secara resmi oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada tanggal 25 Juli 2024, di Hotel Raffles, Jakarta. Golden Visa memberikan izin tinggal jangka panjang kepada individu atau perusahaan yang berinvestasi dalam jumlah besar di Indonesia. Visa ini dapat diberikan kepada para investor, individu berbakat, dan tokoh global yang dapat berkontribusi pada perekonomian dan pembangunan Indonesia. Golden Visa diharapkan dapat memikat para investor asing dan meningkatkan PMA di masa mendatang sehingga memperkuat pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang mendorong Rupiah.

Di sesi Asia, Bank Jepang (BoJ) baru saja memutuskan untuk menaikkan target suku bunga jangka pendek sebesar 15 basis poin (bp) dari kisaran 0%-0,1% menjadi 0,15%-0,25%. BoJ juga memutuskan untuk mengurangi pembelian obligasi pemerintah Jepang (Japanese Government Bonds/JGB) menjadi 3 triliun per bulan mulai kuartal pertama tahun 2026. Kenaikan suku bunga tersebut dapat membuat para investor lebih tertarik untuk berinvestasi di negara ini dan menarik investasinya dari negara-negara berkembang, termasuk Indonesia, yang dapat melemahkan Rupiah. 

Kemudian, terkait data dari AS, Job Openings and Labor Turnover Survey (JOLTS) AS melaporkan terdapat 8,184 juta lowongan pekerjaan pada bulan Juni. Angka ini lebih tinggi dari ekspektasi pasar sebesar 8,03 juta namun lebih rendah dibandingkan dengan angka revisi bulan Mei yang mencapai 8,23 juta. Selanjutnya, Conference Board telah melaporkan bahwa Kepercayaan Konsumen AS pada bulan Juli meningkat ke 100,3, naik dari angka yang direvisi 97,8 pada bulan Juni. Angka ini melebihi konsensus pasar yang sebesar 99,7.

Hari ini, pasar global akan memantau keputusan suku bunga FOMC pada Rabu sore hari waktu Amerika (Kamis dini hari Waktu Indonesia Barat) yang dilanjutkan dengan konferensi pers Ketua The Fed Jerome Powell. The Fed diharapkan akan menahan suku bunganya di kisaran 5,25%-5,50% pada pertemuan bulan Juli ini sebelum memangkas di bulan September. Petunjuk dovish dari Ketua The Fed setelah pertemuan The Fed, karena data inflasi dan tenaga kerja baru-baru ini terlihat mereda, akan menyebabkan Dolar AS tertekan dan Rupiah berpotensi menguat.

Indikator Ekonomi

Keputusan Suku Bunga The Fed

Federal Reserve (The Fed) berunding tentang kebijakan moneter dan membuat keputusan tentang suku bunga pada delapan pertemuan yang dijadwalkan sebelumnya per tahun. The Fed memiliki dua mandat: untuk menjaga inflasi pada 2%, dan untuk mempertahankan lapangan kerja penuh. Alat utamanya untuk mencapai hal ini adalah dengan menetapkan suku bunga – baik di mana The Fed meminjamkan ke perbankan dan perbankan saling meminjamkan. Jika The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga, Dolar AS (USD) cenderung menguat karena menarik lebih banyak arus masuk modal asing. Jika The Fed memangkas suku bunga, hal ini cenderung melemahkan USD karena modal mengalir keluar ke negara-negara yang menawarkan pengembalian yang lebih tinggi. Jika suku bunga dibiarkan tidak berubah, perhatian beralih ke nada pernyataan Komite Pasar Terbuka Federal (Federal Open Market Committee/FOMC), dan apakah FOMC hawkish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih tinggi), atau dovish (mengharapkan suku bunga masa depan yang lebih rendah).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Rab Jul 31, 2024 18:00 GMT (Kamis, 01:00 WIB)

Frekuensi: Tidak teratur

Konsensus: 5,5%

Sebelumnya: 5,5%

Sumber: Federal Reserve

 

EUR/JPY Melayang Lebih Tinggi di Atas 165,50 setelah Kenaikan Suku Bunga BoJ yang Mengejutkan

EUR/JPY diperdagangkan dengan catatan yang lebih kuat di dekat 165,75 selama sesi Asia hari Rabu. Yen Jepang (JPY) melemah setelah Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Juli di hari Rabu.
Leer más Previous

Consumer Confidence Index Jepang Juli Dicatat Di 36.7 Mengungguli Harapan 36.5

Consumer Confidence Index Jepang Juli Dicatat Di 36.7 Mengungguli Harapan 36.5
Leer más Next