AUD/USD Merosot Mendekati 0,6660 karena Sentimen Pasar yang Berhati-hati

  • AUD/USD melanjutkan tren penurunannya ke 0,6660 di tengah sentimen pasar yang suram.
  • Ketidakpastian politik AS dan keputusan pemangkasan suku bunga yang mengejutkan dari PBoC mengurangi minat risiko para investor.
  • Dolar AS akan menari mengikuti irama data ekonomi AS.

Pasangan mata uang ini AUD/USD melanjutkan penurunannya untuk sesi perdagangan keenam di hari Senin. Aset AUD merosot lebih jauh mendekati 0,6660 karena sentimen pasar yang berhati-hati membebani mata uang dan ekuitas Asia-Pasifik di benua terbesar di dunia ini.

Selera risiko para investor melemah karena ketidakpastian pemilihan Presiden Amerika Serikat (AS) dan pengumuman penurunan suku bunga yang tidak terduga oleh People's Bank of Tiongkok (PBoC). Pencalonan Wakil Presiden AS Kamala Harris untuk memimpin Partai Demokrat melawan Partai Republik yang dipimpin oleh Donald Trump telah meningkatkan ketidakpastian politik karena ia didukung oleh semua Ketua Partai Demokrat di seluruh negara bagian.

Selain ketidakpastian politik AS, langkah pemotongan suku bunga PBoC yang mengejutkan untuk meningkatkan stimulus likuiditas untuk memacu permintaan domestik telah meningkatkan kekhawatiran atas prospek ekonomi Tiongkok. PBoC memangkas suku bunga pinjaman (Loan Prime Rate/LPR) 1 tahun dan 5 tahun masing-masing menjadi 3,35% dan 3,85%.

Dari sisi kebijakan, berkembang spekulasi bahwa Reserve Bank of Australia (RBA) dapat menaikkan suku bunga lebih lanjut di tahun ini karena tekanan harga yang terus-menerus.

Sementara itu, Dolar AS (USD) melemah karena ketidakpastian politik yang semakin dalam. Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, turun sedikit ke 104,20.

Minggu ini, Dolar AS akan dipandu oleh sejumlah data ekonomi AS. Data ekonomi papan atas seperti Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal kedua dan Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi (Personal Consumption Expenditure/PCE) untuk bulan Juni akan memberikan petunjuk mengenai kapan Federal Reserve (The Fed) akan mulai menurunkan suku bunga tahun ini.

Indikator Ekonomi

Keputusan Suku Bunga PBoC

Komite Kebijakan Moneter (MPC) Bank Rakyat Tiongkok (PBoC) mengadakan pertemuan terjadwal setiap triwulan. Namun, suku bunga acuan Tiongkok – Loan Prime Rate (LPR), yang merupakan acuan harga pinjaman bank – ditetapkan setiap bulannya. Jika PBoC memperkirakan inflasi tinggi (hawkish), maka PBoC akan menaikkan suku bunga, yang merupakan bullish bagi Renminbi (CNY). Demikian pula, jika PBoC melihat inflasi perekonomian Tiongkok turun (dovish) dan memangkas atau mempertahankan suku bunga tidak berubah, maka hal tersebut bersifat bearish bagi CNY. Namun, mata uang Tiongkok tidak memiliki nilai tukar mengambang yang ditentukan oleh pasar dan nilainya terhadap Dolar AS ditentukan terutama oleh PBoC pada basis harian.

Baca lebih lanjut

Rilis terakhir: Sen Jul 22, 2024 01:15 GMT (09:15 WIB)

Frekuensi: Tidak teratur

Aktual: 3,35%

Konsensus: 3,45%

Sebelumnya: 3,45%

Sumber: The People's Bank of Tiongkok

 

Di Manakah Dolar Trump? – Commerzbank

Setelah Presiden AS Joe Biden menarik pencalonan dirinya untuk terpilih kembali, seharusnya ada efek pada pasar mata uang. Bagaimanapun, semua orang mengatakan bahwa para pelaku pasar spekulatif telah memposisikan diri mereka sesuai dengan dampak yang diharapkan jika Donald Trump menjadi presiden AS lagi. Dan, karena peluang hampir semua kandidat dari Partai Demokrat cenderung lebih tinggi dibandingkan dengan Biden yang tampaknya tidak sehat secara mental, maka seharusnya ada pembalikan sebagian dari perdag
Baca lagi Previous

Kesempatan untuk Perjanjian Plaza yang Baru? – Commerzbank

Pemerintah Jepang menginginkan Yen (JPY) yang lebih kuat. Tampaknya cukup jelas bahwa Kementerian Keuangan Jepang (MOF) telah melakukan intervensi beberapa kali dalam beberapa hari terakhir untuk mendukung JPY. Pada saat yang sama, ada kemungkinan besar (bahkan pagi ini!) bahwa pemerintah AS di masa depan ingin melihat Dolar AS (USD) yang lemah, menurut ahli strategi Valas Commerzbank, Ulrich Leuchtmann.
Baca lagi Next