EUR/USD Bertahan di Bawah 1,0900 karena Penguatan Dolar AS, Penjualan Ritel AS Dipantau
- EUR/USD melemah mendekati 1,0890 di sesi Asia hari Selasa.
- Powell dari The Fed mengatakan bahwa bank sentral tidak akan menunggu hingga inflasi mencapai target 2% untuk memangkas suku bunga.
- ECB diprakirakan akan mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah pada pertemuan bulan Juli pada hari Kamis.
Pasangan EUR/USD diperdagangkan dengan catatan yang lebih lemah di sekitar 1,0890 selama awal jam perdagangan Asia pada hari Selasa. Permintaan Dolar AS (USD) yang baru membebani pasangan mata uang utama ini. Para pedagang akan mengawasi Penjualan Ritel AS untuk bulan Juni dan pidato dari Adriana Kugler dari Federal Reserve (The Fed) pada hari Selasa. Pada hari Kamis, keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB) akan menjadi pusat perhatian.
Para pedagang meningkatkan taruhan mereka bahwa Federal Reserve (The Fed) AS akan memangkas suku bunga pada bulan September. Pada hari Senin, Ketua The Fed Jerome Powell mengatakan bahwa bank sentral tidak akan menunggu hingga inflasi mencapai target 2% untuk memangkas suku bunga. "Implikasi dari hal tersebut adalah jika Anda menunggu hingga inflasi turun hingga 2%, Anda mungkin telah menunggu terlalu lama, karena pengetatan yang Anda lakukan, atau tingkat pengetatan yang Anda miliki, masih memiliki efek yang mungkin akan mendorong inflasi di bawah 2%," ujar Powell.
Sementara itu, Presiden The Fed Bank of San Francisco Mary Daly menyatakan bahwa inflasi mendingin sehingga meningkatkan keyakinan bahwa inflasi akan menuju ke 2%. Namun, Daly menambahkan bahwa lebih banyak informasi diperlukan sebelum membuat keputusan suku bunga. Ekspektasi penurunan suku bunga The Fed kemungkinan akan menyeret Greenback lebih rendah dan mendukung EUR/USD.
Di sisi lain, ECB diantisipasi akan mempertahankan suku bunga refinancing utama, suku bunga pada fasilitas pinjaman marjinal, dan fasilitas deposito tidak berubah di 4,25%, 4,50%, dan 3,75%, masing-masing, pada pertemuan bulan Juli pada hari Kamis. ECB memutuskan untuk memangkas suku bunga untuk pertama kalinya sejak 2019 di bulan Juni setelah sembilan bulan membiarkan suku bunga tidak berubah. Para analis memprakirakan bahwa dua penurunan suku bunga lagi akan dilakukan tahun ini, yaitu pada bulan September dan Desember.