USD/IDR Sedikit Menguat, Tekan Rupiah di 16.148, Tunggu Neraca Perdagangan Indonesia

  • USD/IDR sedang bergerak naik di sekitar 16.148.
  • Dolar AS terbantu oleh arus safe haven setelah adanya aksi penembakan terhadap Trump.
  • Para pedagang akan memantau data Neraca Perdagangan Indonesia siang ini.

Pasangan USD/IDR sedang bergerak di 16.148 pada pagi hari ini, setelah memantul dari terendah hari Kamis pekan lalu di 16.050 dan mengikuti pergerakan Dolar AS yang saat ini sedikit menguat.

Dolar AS yang diukur oleh Indeks Dolar AS (DXY) pulih ke 104,25. Penguatan USD ini terdorong oleh arus safe haven setelah adanya aksi penembakan terhadap Donald Trump saat ia berkampanye di Butler, Pennsylvania pada hari Sabtu.

Siang ini, Indonesia akan merilis data Neraca Perdagangan bulan Juni pada pukul 11:00 WIB. Neraca Perdagangan bulan Mei menunjukkan peningkatan tajam ke $2,93 miliar terdorong oleh naiknya ekspor, sementara untuk data di bulan Juni, pasar mengharapkan peningkatan ke $2,98 miliar. 

Di Amerika, pasar akan memantau data Indeks Manufaktur Wilayah Bagian NY bulan Juni dan pidato Daly The Fed malam ini. Sebelumnya, di pekan lalu, Indeks Harga Produsen (IHP) AS di bulan Juni naik ke 2,6% YoY dari revisi pembacaan 2,4% di pembacaan sebelumnya, lebih tinggi dari konsensus 2,3%. IHP inti naik 3,0% YoY, melampaui ekspektasi 2,5%. Indeks Harga Konsumen (IHK) AS YoY untuk bulan yang sama melemah ke 3% dari 3,3% sebelumnya dan 3,1% prakiraan. Data IHK yang lemah ini mendorong harapan penurunan suku bunga The Fed di bulan September.

Pernyataan dovish sebelumnya dari Ketua The Fed Powell di hadapan Komite Senat Perbankan dan meningkatnya spekulasi penurunan suku bunga The Fed di bulan September akan tetap menekan Dolar AS, sehingga membebani USD/IDR dan mengangkat Rupiah (IDR).

Indikator Ekonomi

Neraca Perdagangan

Neraca Perdagangan yang dirilis oleh Statistik Indonesia adalah keseimbangan antara ekspor dan impor barang dan jasa secara keseluruhan. Nilai yang positif menunjukkan surplus perdagangan, sedangkan nilai negatif menunjukkan defisit perdagangan. Jika permintaan dalam pertukaran untuk ekspor Indonesia yang stabil terlihat, Rupiah akan menerima efek positif (atau bullish), sebaliknya akan memiliki efek negatif (atau bearish).

Baca lebih lanjut

Rilis berikutnya Sen Jul 15, 2024 04:00 GMT (11:00 WIB)

Frekuensi: Bulanan

Konsensus: $2,98 Miliar

Sebelumnya: $2,93 Miliar

Sumber: Badan Pusat Statistik Indonesia 


 

Harga Emas Masih Tertekan di Tengah Penguatan USD, Bertahan di Atas Level $2.400

Harga emas (XAU/USD) berjuang untuk memanfaatkan pemulihan yang bagus pada hari Jumat dari area $2,391 dan memulai minggu yang baru dengan catatan yang lebih lemah. Ini menandai penurunan dua hari berturut-turut dan disponsori oleh penguatan Dolar AS (USD), yang cenderung melemahkan permintaan untuk komoditas berdenominasi USD. Namun, logam mulia ini masih mendekati level tertinggi sejak tanggal 22 Mei yang disentuh pada hari Kamis lalu dan mungkin akan terus mendapatkan dukungan dari kombinasi beberapa fak
Leia mais Previous

USD/INR Bergerak Mendatar Menjelang Data Inflasi IHPB India

Rupee India (INR) diperdagangkan datar pada hari Senin meskipun Dolar AS (USD) menguat. Meningkatnya harapan penurunan suku bunga oleh Federal Reserve (The Fed), imbal hasil obligasi AS yang lebih rendah, dan arus masuk asing India yang terus-menerus dapat mengangkat INR. Meskipun begitu, kenaikan harga minyak mentah yang berkepanjangan dan permintaan Greenback yang baru dari bank-bank pemerintah dan importir lokal membatasi potensi kenaikan INR. Penurunan mata uang lokal mungkin akan terbatas di tengah int
Leia mais Next