USD/IDR Anjlok, Rupiah Semakin Perkasa Dekati 16.050 Tunggu Data IHP AS

  • USD/IDR terseret jauh lebih rendah sampai menyentuh 16.050 karena pelemahan Dolar AS.
  • Guberner Bank Indonesia, Perry Warjiyo optimis terhadap kurs Rupiah di 15.700-16.100 tahun ini.
  • IHP AS akan dicermati oleh para pelaku pasar, data tahun-ke-tahun diharapkan naik ke 2,3%.

Pasangan USD/IDR anjlok hingga menyentuh level psikologis 16.050 pada perdagangan kemarin, kemudian melakukan pullback dari level tersebut, dan pagi ini di sesi perdagangan Asia pasangan mata uang tersebut dibuka di 16.155, terseret oleh pelemahan Dolar AS (USD) yang masih berlangsung secara luas.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, menyatakan bahwa BI optimis terhadap kurs Rupiah karena didukung oleh fundamental Indonesia, tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi saat rapat dengan Badan Anggaran DPR yang berlangsung pada hari Senin, 8 Juli 2024. BI memproyeksikan rata-rata pergerakan kurs Rupiah akan berada di kisaran 15.700-16.100 per Dolar AS pada tahun ini. 

Dolar AS yang diukur oleh Indeks Dolar AS (DXY) tenggelam semalam, menyentuh terendahnya di 104,08 kemarin setelah data IHK AS lebih lemah dari prakiraan.

Data Indeks Harga Konsumen (IHK) AS bulan Juni yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja AS menunjukkan bahwa IHK tahunan turun ke 3,0% YoY, lebih lemah dari angka sebelumnya 3,3%, dan prakiraan di 3,1%. Sementara itu, inflasi IHK bulanan tercatat di -0,1% MoM, di bawah tingkat bulan lalu di 0,0% dan di bawah konsensus pasar 0,1%.

Setelah rilis data IHK AS tersebut, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee menganggap laporan inflasi terbaru "sangat baik" dan menyatakan bahwa laporan tersebut membuktikan bahwa bank sentral berada di jalur yang tepat untuk mencapai target 2%.

Presiden Federal Reserve Bank of Chicago itu menghindari untuk berkomentar mengenai pemangkasan suku bunga di bulan Juli, dengan mengatakan “Ketika inflasi turun, membiarkan suku bunga kebijakan The Fed tetap stabil berarti The Fed memperketat kebijakannya.”

Akibat data IHK AS yang lemah tersebut membuat semakin banyak orang yang memprakirakan Federal Reserve (The Fed) akan menurunkan suku bunga di bulan September. Alat CME FedWatch saat ini bahkan menunjukkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed di bulan September di 84,6%, naik dari 69,7% yang tercatat pada 10 Juli.

Malam ini, serangkaian data Indeks Harga Produsen (IHP) bulan Juni akan menyedot perhatian para pedagang. IHP tahun-ke-tahun diharapkan naik ke 2,3% dari 2,2% sebelumnya, IHP non Pangan & Energi juga diprakirakan akan naik ke 2,5% dari 2,3% pada bulan Mei.

Ekspor (Thn/Thn) CNY Cina Juni: 6.9% versus Sebelumnya 11.2%

Ekspor (Thn/Thn) CNY Cina Juni: 6.9% versus Sebelumnya 11.2%
Leia mais Previous

Neraca Perdagangan Tiongkok: Ekspor dan Impor Tidak Mengesankan di Bulan Juni

Neraca Perdagangan Tiongkok untuk bulan Juni, dalam mata uang Yuan,
Leia mais Next