USD/IDR Melemah di 16.133, Mengangkat Rupiah, Tunggu Rilis Suku Bunga BI
- USD/IDR merosot ke arah 16.100, saat ini diperdagangkan di level 16.133.
- Para pedagang Indonesia akan memantau suku bunga Bank Indonesia.
- Data PCE AS akan dipantau untuk mendapatkan petunjuk terkait pemangkasan suku bunga The Fed.
Pasangan USD/IDR berada di 16.133, melemah menuju level psikologis di 16.100 pada pagi ini, karena Greenback melemah setelah rilis data IMP AS yang lemah semalam.
Pada hari Selasa, IMP Gabungan awal S&P Global AS di bulan April turun ke 50,9 dari angka sebelumnya 52,1. Sementara itu, IMP Manufaktur turun ke 49,9 dari 51,9 pada pembacaan sebelumnya, lebih lemah dari estimasi 52,0. IMP Jasa turun ke 50,9, dibandingkan dengan 51,7 sebelumnya, lebih buruk dari ekspektasi 52,0. Data yang suram ini membebani Dolar AS (USD) dan membatasi kenaikan USD/IDR.
Sebentar lagi Bank Indonesia (BI) akan merilis kebijakan suku bunganya pada sekitar pukul 9:30 WIB. BI telah mempertahankan suku bunga di 6% pada pertemuan sebelumnya. Beberapa analis mengharapkan BI untuk menaikkan suku bunga ke 6,25%. Namun, beberapa analis lainnya berpendapat kenaikkan suku bunga tidak akan menopang Rupiah, karena masih banyak hal lain yang menekan mata uang ini, di antaranya adalah inflasi dan isu geopolitik.
Sementara The Fed masih menunggu data-data AS lebih lanjut untuk menentukan waktu pemangkasan suku bunga sampai inflasi mencapai target 2%. Indeks Harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti AS untuk bulan Maret, yang akan dipublikasikan pada hari Jumat, akan dicermati. Data inflasi ini akan memberikan petunjuk mengenai panduan suku bunga Federal Reserve (The Fed) pada pertemuan kebijakan bulan Mei.