Pound Sterling Melayang di Sekitar Terendah Bulanan di Tengah Sentimen Suram di Pasar

  • Pound Sterling melemah saat para investor memprakirakan BoE akan menurunkan suku bunga lebih cepat dari prakiraan.
  • Gubernur BoE Bailey mengatakan ekspektasi pasar terhadap dua atau tiga penurunan suku bunga tahun ini bukan hal yang tidak masuk akal.
  • Peristiwa utama minggu ini adalah data indeks harga PCE inti AS untuk bulan Februari.

Pound Sterling (GBP) jatuh ke 1,2600 pada sesi Eropa hari ini saat para investor memprakirakan Bank of England (BoE) akan mulai menurunkan suku bunga lebih cepat dari prakiraan sebelumnya. Sampai batas tertentu, BoE telah berubah menjadi dovish terhadap prospek suku bunga seiring dengan melemahnya inflasi Inggris.

Dalam wawancara baru-baru ini dengan Financial Times, Gubernur BoE Andrew Bailey mengatakan ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga tahun ini bukannya tidak masuk akal. Mengenai prospek inflasi, Bailey berkata, "Kami tidak melihat banyak persistensi."

GBP/USD menghadapi tekanan negatif akibat sentimen pasar yang suram. Para investor menjadi berhati-hati menjelang data indeks harga Belanja Konsumsi Pribadi/Personal Consumption Expenditure (PCE) inti Amerika Serikat untuk bulan Februari, yang akan dipublikasikan pada hari Jumat Agung. Indeks Dolar AS (DXY), yang menilai Greenback terhadap enam mata uang asing, naik ke 104,40.

Intisari Penggerak Pasar Harian: Pound Sterling Turun saat Dolar AS Rebound

  • Pound Sterling semakin jatuh ke support penting 1,2600 karena Dolar AS rebound tajam di tengah ketidakpastian menjelang data indeks harga PCE inti Amerika Serikat untuk bulan Februari. Pengukur inflasi yang disukai Federal Reserve (The Fed) dapat memberikan beberapa petunjuk mengenai kapan bank sentral dapat mulai menurunkan suku bunga. 
  • Inflasi yang membandel dan prospek ekonomi yang kuat di AS dapat memungkinkan The Fed menunda rencana penurunan suku bunganya. Dot plot terbaru The Fed, yang dirilis minggu lalu, mengarah ke tiga penurunan suku bunga pada tahun ini, namun kemajuan yang lebih lambat dalam penurunan inflasi ke target 2% juga dapat mengakibatkan penurunan suku bunga yang lebih sedikit.
  •  Terlepas dari sentimen risk-off, ekspektasi pasar terhadap prospek suku bunga Bank of England akan mendorong pergerakan Pound Sterling selanjutnya. Penurunan tajam dalam data inflasi Inggris untuk bulan Februari telah meningkatkan ekspektasi BoE akan mulai menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan bulan Juni. Sebelum rilis data inflasi yang lemah dan panduan suku bunga yang sedikit dovish dari BoE, penurunan suku bunga diprakirakan akan dimulai pada pertemuan bulan Agustus.
  •  Dalam pertemuan terakhirnya, BoE terlihat sedikit dovish karena tidak ada pembuat kebijakan yang memberi suara mendukung kenaikan suku bunga untuk pertama kalinya sejak September 2021. Catherine Mann, yang tetap bersikap hawkish, membatalkan seruan kenaikan suku bunga karena ia mengamati bahwa konsumen enggan membayar harga yang lebih tinggi pada jasa seperti perjalanan dan perhotelan, katanya dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg. Mann menambahkan bahwa perusahaan-perusahaan mengurangi jam kerja pada saat dibutuhkan lebih banyak lapangan kerja. Dia lebih lanjut menambahkan bahwa jumlah pekerja di pasar tenaga kerja akan meningkat karena pemotongan tarif jaminan sosial oleh pemerintah.
  •  Minggu ini, kalender ekonomi Inggris sepi. Para investor akan menantikan revisi estimasi Produk Domestik Bruto (PDB) kuartal keempat 2023. Perubahan signifikan apa pun dari estimasi pendahuluan akan mempengaruhi Pound Sterling. Estimasi pendahuluan menunjukkan bahwa perekonomian Inggris memasuki resesi teknis pada semester kedua 2023 setelah mengalami kontraksi 0,3% pada kuartal Oktober-Desember.

Analisis Teknis: Pound Sterling Tergelincir ke 1,2600

GBPUSD
Pound Sterling turun menke dekat support angka bulat 1,2600. Pasangan GBP/USD jatuh setelah menghadapi resistance yang kuat dan melanjutkan kenaikan di atas rintangan 1,2660. Pasangan mata uang ini diperdagangkan sedikit lebih tinggi dari Exponential Moving Average (EMA) 200-hari, yang berada di sekitar 1,2565. Aset ini akan melanjutkan penurunannya jika turun di bawah EMA 200-hari.

Relative Strength Index (RSI) 14-periode tergelincir ke dekat 40,00. Jika harga turun di bawah level ini, momentum bearish akan terpicu.

EUR/USD Bisa Stabil di Sekitar 1,0850 – ING

Pada hari Selasa, EUR/USD untuk sementara bergerak di atas 1,0850 sebelum mengakhiri hari di level-level yang kurang lebih tidak berubah. Para ekonom di ING menganalisis prospek pasangan mata uang ini.
مزید پڑھیں Previous

Purchasing Manager Index Austria Maret Turun Dari Sebelumnya 43 Ke 42.2

Purchasing Manager Index Austria Maret Turun Dari Sebelumnya 43 Ke 42.2
مزید پڑھیں Next