USD/IDR Meroket, Kurs Rupiah Sentuh 15.805 setelah BI Merilis Uang Beredar M2, Tunggu Komentar Powell
- Nilai tukar Rupiah saat ini mencapai 15.781 per Dolar AS karena data-data AS yang optimis semalam.
- Uang Beredar (M2) (yoy) di bulan Februari yang dirilis Bank Indonesia tercatat tumbuh 5,3%.
- USD/IDR bisa melanjutkan ke 15.850 jika Dolar AS terus menguat.
Rupiah Indonesia (IDR) melemah ke 15.781 setelah Dolar AS (USD) memulihkan pelemahannya karena didukung angka yang optimis dari data-data AS yang dirilis semalam. USD/IDR sejauh ini telah mencetak tertinggi di 15.805 dan terendah di 15.694, naik sekitar 0,36%. Penguatan USD/IDR ini sempat tertunda sesaat setelah Bank Indonesia (BI) merilis tingkat Uang Beredar (M2) yang masih menunjukkan pertumbuhan, namun data tersebut tidak banyak memberikan dukungan pada Rupiah pagi ini.
Indonesia telah merilis Pasokan Uang Beredar M2 (YoY) bulan Februari 2024 hari ini. Tingkat M2 tumbuh 5,3% (yoy) dibandingkan dengan tingkat pada bulan Januari yang sebesar 5,4%. Menurut laporan yang dikemukakan oleh Asisten Gubernur BI, Erwin Haryono, posisi M2 pada Februari 2024 tercatat sebesar Rp8.739,6 triliun, perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 5,2% (yoy) dan uang kuasi sebesar 5,3% (yoy). Perkembangan M2 pada periode tersebut terutama dipengaruhi oleh perkembangan penyaluran kredit. Pertumbuhan penyaluran kredit relatif terjaga di bulan Februari yang berada di tingkat 11% (yoy) dibandingkan dengan tingkat pada Januari yang tumbuh sebesar 11,5% (yoy).
Dalam siaran pers kemarin, BI melaporkan penyaluran kredit baru oleh perbankan pada Februari 2024 meningkat dengan Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 54,1%, dibandingkan tingkat SBT pada Januari yang sebesar 24,5%. Peningkatan ini didorong oleh permintaan pembiayaan dari nasabah, prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan, serta tingkat persaingan usaha dari bank lain.
Juga dinyatakan dalam laporan tersebut, peningkatan kebutuhan pada Lapangan Usaha (LU) Pertanian, Informasi, dan Komunikasi, serta Real Estate mendongrak pembiayaan korporasi yang mencerminkan kenaikan ke 11,1% dari 6,5% pada tingkat bulan sebelumnya. BI memprakirakan bahwa untuk keseluruhan triwulan I 2024, penawaran penyaluran kredit baru dari perbankan tetap tumbuh.
Untuk bulan Maret 2024, BI memprakirakan peningkatan penyaluran kredit baru sebesar 80,9% di seluruh kategori bank serta seluruh jenis kredit, kecuali konsumsi. Pertumbuhan ini dapat mendukung perekonomian Indonesia tetap resilien.
Indeks Dolar AS (DXY) menanjak ke 103,80 segera setelah rilis data Klaim Tunjangan Pengangguran yang dirilis semalam di sesi AS menunjukkan penurunan dalam jumlah klaim ke 210.000 lebih baik dari estimasi di 215.000 dan sebelumnya di 212.000. Pada sesi perdagangan Asia pagi ini, DXY tercatat menguat ke 104,20, bertambah sebesar 0,21%.
Selain itu, Global S&P merilis IMP Gabungan AS yang berada di angka 52,2, sedikit di bawah angka bulan Februari sebesar 52,5. IMP Manufaktur meningkat ke 52,5 dari 52,2 pada periode yang sama, sementara IMP Jasa turun tipis ke 51,7 dari 52,3. Penjualan Rumah Bekas bulanan di bulan Februari meningkat 9,5% menjadi 4,38Jt unit. Data-data yang positif ini membantu Dolar AS memulihkan pelemahannya.
Malam ini, di sesi perdagangan Amerika Serikat (AS), Ketua The Fed Jerome Powell akan memberikan sambutan dalam acara Fed Listens: Transitioning to the Post-pandemic Economy
sekitar pukul 13:00 GMT (20:00 WIB). Selanjutnya, pada pukul 16:00 GMT (23:00 WIB) Wakil Ketua Bidang Pengawasan Sistem The Fed, Michael S. Barr akan melakukan diskusi dalam acara International Economic and Monetary Design. Pasar akan mencermati komentar-komentar yang disampaikan kedua pejabat The Fed tersebut untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut.
Analisis USD/IDR: Penguatan yang Berlanjut Berpotensi ke 15.850
Harga pasangan USD/IDR terus melesat naik melampaui tertinggi 5 Februari di 15.802, hingga mencatatkan tertinggi baru sejauh ini di 15.805. Harga pasangan mata uang tersebut saat ini sedang bergerak di sekitar 15.781. Pada grafik 4 jam, harga terlihat bergerak di atas Simple Moving Average (SMA) 50 di 15.662 dan telah menembus level resistance horizontal di 15.765 serta garis melandai berwarna hitam yang ditarik dari puncak 24 Januari ke puncak 5 Maret.
Jika penguatan pasangan mata uang ini berlanjut, harga berpotensi mencapai level resistance horizontal di 15.850. Namun, bila kenaikan ini berbalik dan gagal menutup di atas level resistance horizontal 15.765, harga bisa kembali merosot menuju level support horizontal di 15.680.
Grafik 4 Jam USD/IDR
