USD/IDR Lagi-Lagi Menguat, Tekan Rupiah Hingga ke 15.727 Menjelang Pengumuman Suku Bunga BI
- USD/IDR menguat ke 15.727 menjelang pengumuman suku bunga BI.
- Bank Indonesia (BI) diprakirakan akan menahan suku bunga di 6,00% pada bulan Maret.
- Tingkat suku bunga Federal Reserve (The Fed) akan diumumkan nanti malam.
Pasangan USD/IDR bergerak naik ke 15.727 pada pagi hari di perdagangan sesi Asia hari ini sebelum pengumuman suku bunga BI. Pasangan mata uang ini dibuka di 15.710, dan pada perdagangan kemarin ditutup menguat di 15.709, meningkat 0,16%. Dolar AS (USD) masih mengungguli mata uang Garuda selama empat hari perdagangan berturut-turut setelah harapan atas pemangkasan suku bunga The Fed yang lebih cepat berkurang akibat inflasi di AS masih tinggi. Indeks Dolar AS (DXY) terlihat bergerak mendekati level 104, saat ini indeks tersebut sedang bergerak di sekitar 103,84.
Beberapa jam lagi di hari ini, Bank Indonesia (BI) akan merilis suku bunganya untuk periode bulan Maret 2024, yang diprakirakan akan tetap ditahan pada tingkat 6,00%. Beberapa analis yang mengharapkan suku bunga BI akan tetap ditahan, memberikan alasan dengan menyebutkan bahwa inflasi di Indonesia masih cenderung meningkat, terutama karena siklus musiman di bulan Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri menyebabkan harga pangan dan transportasi naik.
Dengan menahan suku bunga di bulan Februari lalu, BI bertujuan untuk mempertahankan Rupiah (IDR) agar tetap stabil dan mempertahankan inflasi di kisaran target 1,5-3,5% pada tahun 2024. BI telah memberlakukan suku bunga di tingkat tersebut sejak 19 Oktober 2023.
Menyusul rilis suku bunga BI tersebut, nanti malam di sesi perdagangan AS, Federal Reserve (The Fed) juga akan merilis pengumuman suku bunganya. Pasar memprakirakan suku bunga The Fed akan ditahan dalam pertemuan bulan ini. Namun, pasar memprediksi The Fed akan melakukan pemangkasan pada bulan Juni atau Juli.
Suku bunga The Fed yang ditahan lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama dapat memicu penguatan Dolar AS lebih lanjut dan mendorong aksi jual Rupiah, yang selama tahun ini, mata uang tersebut telah melemah sebanyak 2% terhadap USD. Rupiah dan mata uang negara-negara berkembang lainnya terbebani karena waktu pemangkasan suku bunga The Fed masih yang belum pasti.
Analisis USD/IDR: Pergerakan Naik Masih Tertahan Level Fibonacci Retracement 23,6% di 15.734
Pasangan USD/IDR terus berusaha dan hampir mencapai tertinggi 29 Februari di 15.730, yang saat ini sedang berada di 15.727. Harga terlihat masih bergerak di bawah level Fibonacci Retracement 23,6% di 15.734. Indikator Relative Strength Index (RSI) 14 melayang di wilayah positif pada 60,40, yang menunjukkan bahwa masih banyak ruang ke sisi atas.
Bila pasangan mata uang ini mampu menembus level Fibonacci yang disebutkan, harga berpeluang untuk mengarah ke puncak 5 Maret di 15.774. Dan untuk melanjutkan pergerakan naik, harga harus melampaui level ini.
Sebaliknya, harga bisa berbalik ke arah bawah, jika gagal mencapai level 15.774, dan kemungkinan akan bergerak mendekati level Fibonacci Retracement 38,2% dan terendah 5 Februari di sekitar 15.664. Di bawah level ini, harga berpeluang untuk melanjutkan pergerakan turunnya menuju level Fibonacci Retracement 50% dan terendah 22 Januari di sekitar 15.609.
Grafik Harian USD/IDR
